RADARBANYUWANGI.ID - Wacana penyaringan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengecualikan anak dari keluarga mampu dinilai berpotensi mengurangi beban anggaran negara. Meski demikian, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut masih sebatas pembahasan dan menunggu kajian teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, apabila penyaringan sasaran penerima diterapkan, negara berpeluang memperoleh efisiensi anggaran. Namun, dia menekankan bahwa langkah tersebut bukan merupakan pemotongan anggaran, melainkan penghematan yang bergantung pada mekanisme pelaksanaan.
"Pasti ada penghematan anggaran. Tapi, semua tergantung bagaimana teknis pelaksanaannya nanti," ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Antara.
Purbaya mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci formula penyaringan calon penerima MBG. Menurut dia, seluruh pengaturan teknis, mulai dari penyusunan regulasi hingga pelaksanaan di lapangan, menjadi kewenangan BGN.
Dia memperkirakan salah satu skema yang dapat diterapkan adalah pemetaan berdasarkan fasilitas pendidikan. Sekolah yang masuk kategori favorit atau premium berpotensi menjadi salah satu indikator dalam menentukan sasaran penerima program.
"Saya belum tahu detail prosedurnya. Kalau di sekolah-sekolah yang bagus dan mereka merasa tidak membutuhkan, mungkin nanti disesuaikan. Keputusannya ada di BGN," katanya.
Untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut, Kementerian Keuangan berencana menggelar pertemuan dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono. Namun, koordinasi resmi masih menunggu proses konsolidasi internal di lingkungan BGN selesai.
Menurut Purbaya, pemerintah memberikan ruang bagi BGN untuk menyelesaikan penataan organisasi terlebih dahulu agar pembahasan kebijakan dapat berjalan lebih efektif.
"Kita biarkan internal BGN berkonsolidasi terlebih dahulu agar situasi kondusif. Setelah itu, baru kita koordinasikan langkah strategis berikutnya," pungkasnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara