RADARBANYUWANGI.ID - Upaya memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta terus dipercepat. PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mematangkan rencana pembangunan konektivitas langsung antara Stasiun MRT Monas dan Stasiun KAI Gambir.
Koneksi tersebut dirancang menghubungkan Stasiun Monas yang berada di sisi barat kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan Stasiun Gambir di sisi timur. Kehadiran akses antarmoda itu diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung revitalisasi Stasiun Gambir yang saat ini tengah berjalan.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina mengatakan, koordinasi dengan manajemen KAI telah dilakukan untuk menyusun konsep penyambungan kedua stasiun. Saat ini, desain fisik koneksi masih dalam tahap pengembangan agar dapat memberikan akses yang aman dan nyaman bagi pengguna.
"Kami sudah bertemu dengan manajemen KAI untuk menyiapkan perencanaan koneksi dari Stasiun Monas dengan Stasiun Gambir. Desain penyambungannya masih dalam tahap pengembangan," ujarnya, dikutip Antara.
Selain mempersiapkan desain konektivitas, MRT Jakarta juga menyusun skema pengelolaan operasional stasiun pada koridor tersebut. Nantinya, pemeliharaan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin akan berada di bawah pengelolaan PT MRT Jakarta dengan koordinasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Langkah itu dilakukan untuk memastikan standar pelayanan, keandalan, dan kenyamanan fasilitas tetap terjaga.
Dari sisi pembangunan, progres Paket Kontrak (CP) 201 Fase 2A yang mencakup jalur bawah tanah Bundaran HI hingga Monas terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, capaian konstruksi fisik telah mencapai sekitar 92 hingga 93 persen.
Weni optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin dapat mulai melayani masyarakat pada akhir 2027.
"Untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92 menuju 93 persen. Insya Allah diselesaikan di akhir tahun 2027 dan sudah beroperasi di akhir 2027," katanya.
Saat ini, pekerjaan di lapangan difokuskan pada penyelesaian interior stasiun. Berbagai pekerjaan seperti pemasangan sistem mekanikal dan elektrikal, penyelesaian arsitektural, hingga tahap akhir atau finishing terus dikebut agar jadwal operasional dapat terpenuhi.
Di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, MRT Jakarta memastikan kondisi anggaran proyek tetap terkendali. Nilai kontrak Paket CP 201 yang diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun masih berjalan sesuai rencana tanpa perubahan dari pagu anggaran yang telah ditetapkan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara