Pembangunan MRT Fase 2A Capai 93 Persen, Stasiun Monas dan Thamrin Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:09 WIB
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A paket CP 201 mencapai progres hingga 93 persen. (JawaPos.com)
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A paket CP 201 mencapai progres hingga 93 persen. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terus menunjukkan perkembangan positif. PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin yang termasuk dalam paket konstruksi CP 201 dapat rampung sekaligus mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2027.

Hingga pertengahan tahun ini, progres fisik proyek yang menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga Monas tersebut telah mencapai sekitar 92 hingga 93 persen. Tahapan pekerjaan kini difokuskan pada penyelesaian bagian dalam stasiun sebelum memasuki tahap operasional.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, mengatakan pekerjaan konstruksi saat ini telah memasuki tahap akhir. Fokus pengerjaan meliputi pemasangan sistem mekanikal dan elektrikal, pekerjaan arsitektural, serta penyelesaian akhir atau finishing.

"Untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92 menuju 93 persen. Insya Allah selesaikan di akhir tahun 2027 dan sudah beroperasi di akhir 2027," ujarnya, dikutip Antara.

Selain mengejar target penyelesaian, MRT Jakarta memastikan pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai perencanaan anggaran. Meski menghadapi tantangan kondisi ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, proyek dengan nilai sekitar Rp4,1 triliun tersebut tetap berada dalam koridor anggaran yang telah ditetapkan sejak awal kontrak.

Di sisi teknis, pembangunan jalur bawah tanah menghadapi tantangan berupa karakteristik tanah yang relatif lunak. Kendala tersebut berhasil diatasi melalui penerapan rekayasa teknik penstabilan tanah sehingga proses konstruksi dapat berlangsung sesuai rencana.

Untuk meminimalkan dampak terhadap lalu lintas di kawasan Medan Merdeka Barat, MRT Jakarta menerapkan metode box jacking dalam pembangunan terowongan menuju Jalan Museum Nasional. Metode ini memungkinkan pembangunan struktur bawah tanah dilakukan tanpa harus menutup akses kendaraan di permukaan.

Stasiun Monas juga dirancang dengan pendekatan yang menyesuaikan karakter kawasan cagar budaya di sekitarnya. Bangunan pintu masuk menggunakan konsep sunken entrance atau bangunan rendah yang langsung terhubung ke area bawah tanah sehingga tetap harmonis dengan lingkungan sekitar Monumen Nasional.

Stasiun sepanjang sekitar 220 meter dengan kedalaman peron antara 15 hingga 18 meter tersebut juga dilengkapi ventilasi dan cooling tower berkonsep semi-sunken. Untuk mengantisipasi potensi genangan air hujan, sistem drainase khusus serta pintu penahan banjir (flood gate) dipasang pada sejumlah titik strategis.

Nantinya, Stasiun Monas akan memiliki dua akses utama, yakni Grand Entrance yang menghadap langsung ke kawasan Monumen Nasional serta pintu masuk di Jalan Museum Nasional. Selain melayani mobilitas penumpang, stasiun ini juga disiapkan sebagai ruang publik edukatif yang dilengkapi koridor pameran seni dan pusat informasi wisatawan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Stasiun Monas mrt jakarta Fase 2A thamrin