Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg, Telur Ayam Bertahan Mahal

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:28 WIB
Harga pangan nasional kembali naik. (Pexels/Nimit N)
Harga pangan nasional kembali naik. (Pexels/Nimit N)

RADARBANYUWANGI.ID - Tekanan inflasi pada sektor pangan nasional semakin dirasakan masyarakat. Sejumlah komoditas kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran mengalami kenaikan harga, dengan cabai rawit merah menjadi komoditas yang mencatat lonjakan paling tinggi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia per Kamis pagi, harga cabai rawit merah telah mencapai Rp95.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras masih bertahan di level Rp35.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah bumbu dapur yang menjadi kebutuhan harian masyarakat. Harga bawang merah kini rata-rata mencapai Rp66.250 per kilogram, sedangkan bawang putih dijual sekitar Rp57.500 per kilogram.

Komoditas cabai lainnya turut mengalami penguatan harga. Cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing dibanderol Rp87.500 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau berada pada kisaran Rp50.000 per kilogram.

Tidak hanya komoditas hortikultura, harga beras juga masih berada pada level tinggi. Beras kualitas bawah I dijual Rp18.050 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II sebesar Rp18.000 per kilogram. Untuk beras kualitas medium I dan II, rata-rata harganya mencapai Rp19.500 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I dipasarkan Rp20.150 per kilogram dan kualitas super II sebesar Rp20.000 per kilogram.

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat Rp43.750 per kilogram. Daging sapi kualitas I mencapai Rp152.500 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di angka Rp136.250 per kilogram.

Sementara itu, harga gula pasir premium mencapai Rp25.000 per kilogram dan gula pasir lokal Rp20.250 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp21.250 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing berada di level Rp27.250 dan Rp26.000 per liter.

Lonjakan harga berbagai komoditas tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan biaya operasional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di sektor kuliner.

Selain itu, sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya masih berada di atas kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut memperkuat perlunya langkah pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan, distribusi yang lebih lancar, serta pelaksanaan operasi pasar di berbagai daerah untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
PIHPS Bank Indonesia harga pangan nasional