Profit Taking Warnai Bursa, IHSG Terkoreksi Tipis Meski BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:14 WIB
IHSG ditutup melemah 0,09 persen ke level 6.334,48 akibat aksi ambil untung investor setelah reli pasar. (JawaPos.com)
IHSG ditutup melemah 0,09 persen ke level 6.334,48 akibat aksi ambil untung investor setelah reli pasar. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Rabu (22/7/2026) di zona merah. Pelemahan indeks terjadi di tengah maraknya aksi ambil untung (profit taking) setelah pasar mencatat penguatan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Pada penutupan perdagangan, IHSG turun 5,54 poin atau 0,09 persen ke level 6.334,48. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut terkoreksi 4,09 poin atau 0,64 persen menjadi 632,55.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan, pelemahan IHSG lebih banyak dipengaruhi aksi realisasi keuntungan investor setelah reli pasar dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut dia, investor memilih mengamankan keuntungan sembari mencermati berbagai sentimen ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dari domestik, perhatian pasar tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen selama 2026 hingga 2027.

Ratna menilai keputusan tersebut mencerminkan keyakinan Bank Indonesia terhadap kondisi fundamental ekonomi nasional. Selain menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, kebijakan itu juga dinilai masih memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Sentimen lain datang dari Kementerian Keuangan yang melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2026 mencapai Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut masih berada jauh di bawah batas maksimal defisit 3 persen sesuai ketentuan undang-undang.

Dari pasar global, pergerakan bursa saham memperoleh dukungan dari penguatan kembali saham-saham sektor semikonduktor. Rebound terjadi setelah sektor tersebut sebelumnya mengalami tekanan akibat aksi ambil untung pada saham-saham bertema kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Meski prospek jangka panjang industri AI masih dinilai positif, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap besarnya belanja modal perusahaan teknologi global serta potensi tingkat pengembalian investasinya.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat. Namun, tekanan jual membuat indeks berbalik ke zona negatif sejak sesi pertama dan bertahan di wilayah merah hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor masih berhasil mencatatkan penguatan. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 1,42 persen, disusul sektor industri sebesar 1,19 persen serta sektor barang konsumen primer sebesar 0,59 persen.

Sebaliknya, lima sektor mengalami pelemahan. Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 2,07 persen, diikuti sektor kesehatan yang melemah 1,07 persen serta sektor infrastruktur yang turun 0,35 persen.

Pada perdagangan kali ini, saham ZATA, SWID, MDIA, ALDO, dan MLPT menjadi pencetak kenaikan tertinggi. Sementara itu, saham KDTN, MMIX, TRON, SULI, dan KLIN mencatat penurunan harga paling tajam.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan frekuensi mencapai sekitar 2,7 juta transaksi. Total volume perdagangan tercatat 44,63 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp18,52 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 281 saham menguat, 367 saham melemah, dan 317 saham ditutup tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Nikkei turun 0,37 persen, Hang Seng melemah 0,95 persen, dan Kospi terkoreksi 0,74 persen. Di sisi lain, indeks Shanghai menguat 0,07 persen, sedangkan Strait Times naik 1,07 persen.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
bi rate ihsg