RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pelayanan angkutan perintis tetap berjalan secara berkelanjutan hingga berakhirnya tahun anggaran. Pemerintah menilai keberadaan layanan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas masyarakat di wilayah terpencil, terutama kawasan kepulauan dan daerah dengan akses transportasi terbatas.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk menghentikan pelayanan transportasi publik. Berbagai strategi penyesuaian dilakukan agar masyarakat di wilayah terluar tetap mendapatkan akses mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok.
“Layanan perintis tetap kita laksanakan sampai tahun anggaran selesai. Jadi dengan kondisi anggaran, kita menyiasatinya dan yang paling penting bahwa layanan tidak berhenti,” ujar Dudy, Rabu (22/7/2026), dikutip Antara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Dudy menghadiri Rapat Kerja Pembahasan Subsidi Kapal Perintis yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta jajaran Komisi V DPR RI.
Dudy menjelaskan, operasional kapal perintis yang sebelumnya sempat mengalami penundaan kini telah kembali berjalan normal. Kemenhub juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar gangguan layanan serupa tidak kembali terjadi.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan harian terhadap jadwal pelayaran dan kapasitas muatan kapal. Selain itu, koordinasi antara operator kapal, otoritas pelabuhan, serta pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan kelancaran operasional di lapangan.
Kemenhub juga mengusulkan penambahan dukungan anggaran sebagai langkah pencegahan agar layanan transportasi perintis tidak mengalami penghentian di tengah perjalanan. Pemerintah memandang angkutan perintis memiliki peran strategis dalam membuka akses ekonomi dan sosial masyarakat.
Pada tahun anggaran 2026, pengoperasian transportasi perintis disiapkan melalui sejumlah skema. Program tersebut mencakup 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, enam trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek rede transport.
Berbagai layanan tersebut diarahkan untuk memastikan keterjangkauan transportasi sekaligus menjaga pasokan logistik masyarakat di daerah yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
Dalam jangka panjang, Kemenhub menyiapkan penguatan sistem angkutan perintis melalui peningkatan dukungan pendanaan, peremajaan armada, modernisasi fasilitas pelabuhan, integrasi sistem logistik nasional, serta pengembangan konektivitas antarmoda.
Evaluasi terhadap jalur pelayanan juga dilakukan secara berkala. Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap trayek yang tersedia tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan potensi ekonomi daerah.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara