Jalur Krenceng-Pasoso-Kalimas Jadi Andalan Logistik, KAI Ungkap Lonjakan Volume Angkutan Barang pada Juni 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:14 WIB
KAI Daop 1 Jakarta mencatat angkutan peti kemas 71.860 ton pada semester I 2026 melalui jalur Krenceng-Pasoso-Kalimas. (Antara)
KAI Daop 1 Jakarta mencatat angkutan peti kemas 71.860 ton pada semester I 2026 melalui jalur Krenceng-Pasoso-Kalimas. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Peran transportasi berbasis rel dalam memperkuat rantai distribusi logistik nasional terus diperlihatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Melalui Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, KAI mencatatkan pengangkutan peti kemas sebanyak 71.860 ton sepanjang semester pertama 2026 untuk layanan relasi Krenceng–Pasoso–Kalimas.

Komoditas yang mendominasi layanan angkutan tersebut adalah baja gulungan atau steel coil. Material industri itu menjadi salah satu kebutuhan utama bagi sektor manufaktur yang tersebar di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyampaikan, layanan logistik menggunakan kereta api memberikan kepastian operasional bagi dunia industri. Pengiriman dilakukan secara reguler dari Stasiun Krenceng, Kota Cilegon, Banten, dengan jadwal perjalanan setiap dua hari sekali.

“Melalui layanan angkutan peti kemas dari Krenceng, KAI Daop 1 Jakarta mendukung kelancaran distribusi barang dari Banten menggunakan moda transportasi yang memiliki kepastian jadwal perjalanan dan tidak terpengaruh kemacetan jalan raya,” ujar Franoto dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026), dikutip Antara.

Meski mencatat volume puluhan ribu ton, capaian semester pertama 2026 tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I 2025, volume angkutan peti kemas di jalur Krenceng–Pasoso–Kalimas tercatat mencapai 76.598 ton.

Berdasarkan data perjalanan bulanan, volume angkutan sepanjang Januari hingga Juni 2026 bergerak dinamis. Pada Januari, jumlah pengiriman mencapai 10.634 ton. Angka tersebut sempat turun menjadi 7.292 ton pada Februari.

Memasuki Maret, volume kembali meningkat menjadi 9.831 ton. Tren kenaikan berlanjut pada April dengan 11.843 ton, kemudian naik signifikan pada Mei sebesar 15.964 ton. Puncak pengangkutan terjadi pada Juni dengan total 16.296 ton.

Menurut Franoto, optimalisasi angkutan barang menggunakan kereta api sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi penggunaan kendaraan angkutan jalan raya yang melebihi kapasitas maupun dimensi atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Moda rel dinilai mampu menjadi alternatif distribusi logistik dengan kapasitas besar, tingkat keselamatan tinggi, serta jadwal perjalanan yang lebih terukur. Karena itu, KAI mengajak pelaku industri dan perusahaan logistik untuk mempertimbangkan penggunaan kereta api sebagai pilihan utama pengiriman barang.

“Dengan beralih ke angkutan rel, distribusi logistik dapat berlangsung lebih efisien sekaligus mendukung keselamatan transportasi nasional,” pungkas Franoto.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
angkutan peti kemas kai daop 1 jakarta Kereta Api