Industri Data Center Batam Melaju 22 Persen, Jadi Daya Tarik Investasi Teknologi Global

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:00 WIB
Industri pusat data Batam tumbuh 22 persen per tahun, melampaui rata-rata nasional. (Radar Surabaya Bisnis)
Industri pusat data Batam tumbuh 22 persen per tahun, melampaui rata-rata nasional. (Radar Surabaya Bisnis)

RADARBANYUWANGI.ID - Industri pusat data (data center) di Batam, Kepulauan Riau, terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sektor teknologi tinggi tersebut mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 22 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 19 persen.

Pertumbuhan tersebut semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat ekosistem digital Indonesia. Dengan infrastruktur konektivitas yang terus berkembang, wilayah ini mulai menjadi tujuan investasi teknologi berskala internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian itu saat meresmikan Nongsa Changi Cable (NCC) di Batam, Senin. Infrastruktur kabel laut internasional tersebut menghubungkan Batam dengan Singapura untuk memperkuat konektivitas digital kedua negara.

Menurut Airlangga, perkembangan industri pusat data di Batam memiliki peran strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekspansi industri data center di Batam tumbuh 22 persen setiap tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sekitar 19 persen. Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen,” ujar Airlangga, dikutip Antara.

Pertumbuhan industri tersebut sejalan dengan agenda transformasi digital pemerintah yang menempatkan pembangunan infrastruktur fisik dan digital sebagai salah satu prioritas utama.

Salah satu kawasan yang menjadi penggerak utama perkembangan industri digital Batam adalah Nongsa Digital Park (NDP). Kawasan tersebut menjadi lokasi strategis bagi sejumlah perusahaan teknologi dunia untuk mengembangkan fasilitas pusat data berkapasitas besar.

Beberapa investor global yang telah masuk antara lain BW Digital yang mengembangkan fasilitas pusat data dengan kapasitas hingga 120 megawatt (MW). Selain itu, perusahaan asal Singapura DayOne membangun pusat data hyperscale dengan kapasitas mencapai 450 MW.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, juga memilih Nongsa Digital Park sebagai lokasi pengembangan Cloud Region.

Airlangga menilai kehadiran berbagai investasi tersebut menunjukkan bahwa Batam berkembang pesat sebagai gerbang digital baru Indonesia yang memiliki daya saing di tingkat regional.

“Investasi besar dari perusahaan teknologi global menjadi bukti bahwa Batam memiliki potensi besar dalam peta digital kawasan,” katanya.

Pesatnya pembangunan pusat data juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Era AI membutuhkan dukungan konektivitas berkecepatan tinggi, kapasitas penyimpanan data besar, serta infrastruktur komputasi yang kuat. Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pasar digital utama di Asia.

Saat ini, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai sekitar 235,26 juta orang. Sementara pelanggan broadband berada di kisaran 99,5 juta pelanggan.

Dengan potensi tersebut, Indonesia disebut menjadi pasar AI terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang.

Di tengah ekspansi industri pusat data, kebutuhan energi menjadi salah satu tantangan utama. Pemerintah terus memperkuat pasokan listrik yang andal sekaligus ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem digital.

Pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu strategi, termasuk pemanfaatan potensi pembangkit geotermal di Sumatra serta pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Batam.

Melalui kerja sama strategis Indonesia dan Singapura, pemerintah juga menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan kebutuhan energi industri digital terpenuhi sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi hijau.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
data center Batam Nongsa Digital Park investasi teknologi Indonesia ekonomi digital nasional transformasi digital Indonesia