Harga Minyak Dunia Melemah, Pemerintah Buka Peluang Turunkan Harga BBM Nonsubsidi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 12:14 WIB
Pemerintah membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi menyusul melemahnya harga minyak dunia. (Pexels/Erik Mclean)
Pemerintah membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi menyusul melemahnya harga minyak dunia. (Pexels/Erik Mclean)

RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik berpotensi menghampiri masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seiring tren penurunan harga minyak mentah di pasar global.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah melakukan penghitungan secara menyeluruh terhadap dampak penurunan harga minyak dunia terhadap kondisi pasar energi di dalam negeri. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan harga BBM nonsubsidi.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian ESDM akan menggelar rapat evaluasi bersama PT Pertamina (Persero) serta sejumlah badan usaha penyedia BBM lainnya. Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan langkah yang tepat agar penyesuaian harga sesuai dengan perkembangan harga minyak mentah dunia.

"Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026), dikutip Antara.

Meski peluang penurunan harga terbuka, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut tidak akan diputuskan secara tergesa-gesa. Pasalnya, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) maupun harga minyak di pasar internasional masih bergerak fluktuatif sehingga memerlukan perhitungan yang cermat.

Menurut Bahlil, pemerintah berupaya menyusun formulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan usaha di sektor migas. Kebijakan yang diambil diharapkan tidak membebani masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, sekaligus tetap memberikan ruang bagi badan usaha menjalankan operasionalnya secara berkelanjutan.

Ia menyebut pengguna BBM nonsubsidi mencakup sekitar 20 persen dari total konsumsi nasional. Karena itu, pemerintah ingin memastikan setiap penyesuaian harga dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan dinamika industri.

"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang nonsubsidi. Ini kan totalnya 20 persen, ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," jelasnya.

Di sisi lain, Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara mitra. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, ketersediaan pasokan minyak mentah dan BBM dipastikan berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Kepastian tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat di tengah dinamika harga energi global.

Pemerintah juga memastikan tidak ada rencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Dengan demikian, masyarakat pengguna BBM subsidi tetap dapat memperoleh energi dengan harga yang berlaku saat ini, sementara evaluasi terhadap BBM nonsubsidi terus dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

"Alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insya Allah akhir tahun tidak ada masalah. Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insya Allah tidak ada kenaikan sama sekali," pungkas Bahlil.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
bbm nonsubsidi harga minyak dunia bahlil lahadalia pertamina kementerian esdm