RADAR BANYUWANGI – KSPPS Syariah BMT NU Jawa Timur menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Semester I Tahun Buku 2026 di Pondok Apung Moro Seneng Cafe & Eatery, Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). Forum yang dihadiri Direksi, Pengawas Pusat, serta Pengawas Cabang (MWC) se-Kabupaten Banyuwangi itu menjadi momentum mengukur capaian kinerja sekaligus menyusun strategi percepatan target pada Semester II.
Evaluasi tersebut tidak hanya membahas perkembangan penghimpunan dana, pembiayaan, dan laba, tetapi juga memperkuat sinergi antara BMT NU dengan struktur Nahdlatul Ulama (NU) hingga tingkat ranting sebagai langkah memperluas layanan keuangan syariah kepada masyarakat.
Ketua KSPPS Syariah BMT NU Jawa Timur, Masyudi, S.Ag, menegaskan bahwa rapat evaluasi merupakan bagian penting dari proses perbaikan organisasi agar lembaga terus tumbuh secara sehat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan anggota.
"Kita ingin BMT NU terus tumbuh menjadi lembaga keuangan syariah yang sehat, amanah, dan profesional. Evaluasi ini bukan sekadar melihat angka, tetapi menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kepada anggota dan masyarakat semakin berkualitas," ujarnya.
Menurut Masyudi, capaian Semester I patut disyukuri. Namun, seluruh jajaran diminta tidak cepat berpuas diri. Profesionalisme, kualitas pelayanan, serta semangat kebersamaan harus terus ditingkatkan agar target akhir Tahun Buku 2026 dapat tercapai.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menilai BMT NU memiliki posisi strategis sebagai instrumen penguatan kemandirian ekonomi warga Nahdlatul Ulama. Karena itu, kolaborasi dengan seluruh jenjang kepengurusan NU dinilai menjadi kebutuhan untuk mempercepat pertumbuhan lembaga.
Ia berharap kerja sama BMT NU tidak hanya terjalin dengan MWCNU, tetapi juga diperluas hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU).
"Kami berharap BMT NU dapat membangun kerja sama yang lebih erat dengan MWCNU, PRNU, dan PARNU. Jaringan organisasi NU yang kuat merupakan potensi besar untuk memperluas layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BMT NU," kata Achmad Turmudzi.
Selain memperkuat jaringan organisasi, ia juga mengusulkan agar persentase bagi hasil maupun skema bisnis yang diterapkan terus dikaji sehingga mampu meningkatkan daya saing lembaga. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan keuntungan yang lebih optimal tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik.
Dalam pemaparan kinerja Semester I Tahun Buku 2026, penghimpunan dana (funding) BMT NU Jawa Timur di Banyuwangi terealisasi Rp61,99 miliar dari target Rp117,09 miliar. Sementara penyaluran pembiayaan (lending) mencapai Rp43,47 miliar atau mendekati target Rp47,63 miliar.
Adapun laba lembaga hingga Semester I tercatat sebesar Rp476,59 juta dari target tahunan Rp1 miliar. Capaian tersebut menjadi dasar penyusunan strategi pada Semester II agar seluruh indikator kinerja dapat memenuhi target hingga akhir tahun.
Melalui evaluasi berkala dan penguatan kolaborasi dengan seluruh struktur Nahdlatul Ulama, KSPPS Syariah BMT NU Jawa Timur optimistis mampu memperluas manfaat layanan keuangan syariah bagi warga Nahdliyin. Sinergi organisasi diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi jam'iyah di Kabupaten Banyuwangi. (aif)
Editor : Ali Sodiqin