RADAR BANYUWANGI – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Tukangkayu, Banyuwangi, menjadi salah satu koperasi percontohan di Jawa Timur. Dengan omzet yang mampu menembus Rp 200 juta per bulan, koperasi tersebut berhasil masuk 10 besar KDMP terbaik di Jawa Timur dan mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan, Sabtu (18/7).
Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena diraih dalam waktu relatif singkat. Setelah mengantongi badan hukum pada Mei lalu, KDMP Tukangkayu telah beroperasi secara aktif dan mencatat pertumbuhan transaksi yang signifikan. Keberhasilan itu menempatkannya di jajaran koperasi dengan performa terbaik di antara sekitar 1.097 KDMP yang sudah beroperasi di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah mengatakan, keberhasilan KDMP Tukangkayu menunjukkan bahwa percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih harus diikuti dengan kemampuan mengelola usaha secara produktif. Menurut dia, legalitas hanyalah langkah awal, sedangkan keberlanjutan koperasi ditentukan oleh aktivitas usaha yang berjalan baik.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Mas Imam. Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu ini badan hukumnya sudah selesai pada bulan Mei, kemudian sudah beroperasi dengan baik," ujar Khofifah.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau perkembangan 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, KDMP Tukangkayu menjadi salah satu koperasi yang dinilai paling berkembang karena mampu meningkatkan aktivitas usaha dan transaksi.
"KDMP Tukangkayu masuk 10 besar di Jawa Timur. Apalagi nanti setelah pindah ke gerai yang baru, saya optimistis perkembangannya akan semakin baik," katanya.
Khofifah menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pengurus koperasi, pemerintah kelurahan, pemerintah daerah, serta berbagai mitra usaha. Kolaborasi itu dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Karena itu, dia meminta distribusi berbagai komoditas bersubsidi seperti beras SPHP, Minyakita, gula, hingga LPG 3 kilogram tetap terjaga. Menurutnya, ketersediaan stok menjadi faktor utama agar masyarakat terus mempercayai koperasi sebagai tempat memenuhi kebutuhan pokok.
"Jangan sampai masyarakat datang tetapi beras SPHP habis, Minyakita habis, atau LPG habis. Ekosistemnya harus mendukung agar koperasi ini bisa berjalan produktif," tegasnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, KDMP Tukangkayu juga mulai memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini koperasi telah mempekerjakan 14 orang. Jumlah itu diperkirakan bertambah setelah gerai baru beroperasi dengan kapasitas yang lebih besar.
"Dengan gerai baru dan display produk yang lebih lengkap, tentu kebutuhan tenaga kerja juga akan semakin besar. Ini akan menjadi penguatan ekonomi kerakyatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," imbuh Khofifah.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (AKDKMP) Banyuwangi yang juga Ketua KDMP Tukangkayu, Imam Maskun, mengatakan gerai koperasi telah menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN, di antaranya Pertamina Patra Niaga dan Perum Bulog, untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia.
"Fokus kami memang di gerai sembako. Kami sudah bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga dan Bulog untuk suplai barang-barang kebutuhan pokok," ujarnya.
Imam berharap pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat memperlancar distribusi komoditas bersubsidi ke gerai koperasi. Menurutnya, kelancaran pasokan akan meningkatkan minat masyarakat berbelanja karena harga lebih kompetitif dan dapat dipadukan dengan berbagai produk lain.
Dalam kondisi normal, omzet gerai berada di kisaran Rp 130 juta hingga Rp 140 juta per bulan. Namun, apabila distribusi barang subsidi berlangsung lancar, omzet kotor diproyeksikan meningkat hingga Rp 150 juta sampai Rp 200 juta setiap bulan.
"Kalau barang subsidi lancar, omzet kotor kami bisa mencapai Rp 200 juta per bulan," ungkapnya.
Sejumlah komoditas yang paling banyak diburu masyarakat antara lain Minyakita, beras SPHP, gula, dan telur. Khusus telur, koperasi mengambil pasokan langsung dari petani dan mitra sehingga harga jualnya lebih murah dibandingkan harga pasar.
"Yang paling banyak dicari itu Minyakita, beras SPHP, gula, dan telur. Untuk telur kami mengambil langsung dari petani dan mitra sehingga harganya bisa lebih murah dibanding pasar," tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin