RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tidak hanya menjadi panggung megah untuk menampilkan kekayaan budaya daerah. Festival tahunan yang masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) tersebut juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Setiap penyelenggaraan BEC, ribuan wisatawan memadati kawasan pusat Kota Banyuwangi untuk menyaksikan parade kostum bertema budaya yang menjadi daya tarik utama. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sejumlah sektor, mulai perdagangan, jasa, hingga industri kreatif.
Pedagang kuliner, penjual suvenir, pelaku usaha kreatif, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola hotel dan homestay merasakan peningkatan permintaan selama festival berlangsung. Momentum BEC pun menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk terlibat dalam penyelenggaraan BEC. Selain menyediakan area berjualan di sekitar lokasi acara, produk-produk unggulan daerah turut dipromosikan melalui berbagai agenda dalam rangkaian BEC Week, seperti pameran UMKM dan festival ekonomi kreatif.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, penyelenggaraan Banyuwangi Festival tidak semata menghadirkan hiburan maupun pertunjukan budaya. Lebih dari itu, festival tersebut dirancang agar memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Alhamdulillah, perputaran uang selama sepekan gelaran BEC cukup tinggi. Inilah tujuan dari digelarnya Banyuwangi Festival (B-Fest). Bukan sekadar tontonan, tapi juga memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM," ujar Bupati Ipuk.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan BEC tidak hanya diukur dari kemegahan parade maupun jumlah penonton yang hadir. Festival ini telah menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Arus kunjungan wisatawan selama pelaksanaan BEC membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan Banyuwangi kepada konsumen yang lebih luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung, tetapi juga berpotensi memperluas jaringan pemasaran produk lokal.
Efek berganda juga dirasakan sektor pendukung lainnya. Tingkat hunian hotel dan homestay meningkat, jasa transportasi dan parkir semakin ramai, sementara pelaku industri kreatif seperti penjahit, perancang kostum, hingga perias memperoleh tambahan pekerjaan sejak masa persiapan hingga pelaksanaan karnaval.
Editor : Lugas Rumpakaadi