RADARBANYUWANGI.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (17/7/2026) sore. Optimisme investor menjelang musim publikasi laporan keuangan kuartal II dan semester I 2026 menjadi pendorong utama pergerakan indeks.
Mengutip Antara, IHSG ditutup naik 67,32 poin atau 1,10 persen ke level 6.175,53. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga menguat 13,33 poin atau 2,19 persen menjadi 621,91.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan penguatan IHSG terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau big caps. Selain itu, sejumlah emiten besar lainnya turut memberikan kontribusi positif terhadap laju indeks.
Menurutnya, pasar juga memperkirakan adanya arus masuk dana asing (foreign inflow) ke saham-saham perbankan yang tengah memasuki periode rilis laporan keuangan.
Secara historis, dalam kurun 10 tahun terakhir, IHSG cenderung mencatatkan penguatan pada Juli. Tren tersebut sejalan dengan musim publikasi laporan keuangan emiten yang kerap menjadi katalis positif bagi pasar.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai penguatan IHSG kali ini lebih banyak dipicu faktor domestik. Kenaikan saham-saham perbankan, terutama kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menjadi penggerak utama indeks.
Selain itu, kebijakan terbaru terkait High Shareholding Concentration (HSC) turut memberikan sentimen positif. Ketentuan tersebut dinilai meningkatkan transparansi serta pengawasan di pasar modal sehingga memperbaiki persepsi investor terhadap kondisi pasar.
Dari sisi teknikal, Elandry menilai kenaikan IHSG merupakan technical rebound setelah indeks mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Investor mulai kembali melakukan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki likuiditas tinggi, khususnya sektor perbankan.
Ia juga menilai sebagian besar sentimen negatif sebelumnya telah tercermin dalam harga saham. Karena itu, ketika muncul katalis positif, peluang pemulihan pasar menjadi lebih terbuka.
Meski demikian, investor tetap diminta mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar. Di antaranya pergerakan bursa saham global, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), nilai tukar rupiah, hingga perubahan arus dana asing.
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka di zona hijau dan mampu mempertahankan penguatannya hingga penutupan sesi pertama. Tren positif tersebut berlanjut pada sesi kedua sehingga indeks ditutup tetap menguat.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor membukukan kenaikan. Sektor keuangan memimpin dengan penguatan 2,36 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 0,79 persen serta sektor barang konsumen nonprimer sebesar 0,60 persen.
Sebaliknya, tiga sektor mengalami pelemahan. Sektor barang baku terkoreksi paling dalam sebesar 0,67 persen, diikuti sektor industri yang turun 0,30 persen dan sektor teknologi yang melemah 0,10 persen.
Saham-saham dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain KOKA, KBLV, AGAR, HOPE, dan ECII. Sementara saham yang mencatat pelemahan terbesar adalah AIMS, BAPA, PRDL, JELI, dan RMKE.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan frekuensi mencapai 1,985 juta transaksi. Sebanyak 16,32 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp24,04 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 363 saham menguat, 274 saham melemah, dan 328 saham ditutup stagnan.
Di tengah penguatan IHSG, mayoritas bursa saham Asia justru bergerak di zona merah. Indeks Nikkei turun 3,96 persen ke level 64.186,00, Shanghai melemah 3,05 persen menjadi 3.764,15, Hang Seng terkoreksi 1,78 persen ke 24.562,24, Kospi turun 6,37 persen ke 6.820,60, dan Strait Times melemah 0,57 persen ke level 5.507,84.
Editor : Lugas Rumpakaadi