RADARBANYUWANGI.ID - Distribusi batu bara di Sumatra Selatan kini memasuki babak baru. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengoperasikan KA Barapati Switching yang mampu mengangkut hingga 3.000 ton batu bara dalam satu perjalanan. Peningkatan kapasitas ini membuat distribusi logistik menjadi lebih efisien sekaligus mengoptimalkan penggunaan sarana perkeretaapian.
Menariknya, penguatan layanan tersebut juga melibatkan produksi dari Banyuwangi. Sebanyak 45 unit gerbong datar BM 54 masih berada di fasilitas PT Industri Kereta Api (INKA) Banyuwangi dan akan dikirim secara bertahap untuk melengkapi armada angkutan batu bara di Sumatra Bagian Selatan.
KA Barapati Switching mulai beroperasi sejak 8 Juli 2026 pada relasi Tanjung Enim Baru–Kertapati pergi pulang (pp). Layanan ini disiapkan untuk mendukung distribusi batu bara milik PT Bukit Asam Tbk.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengoperasian rangkaian baru tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas angkutan melalui kapasitas muatan yang jauh lebih besar dalam setiap perjalanan.
"KA Barapati Switching memperkuat efisiensi operasional karena mampu melayani muatan dalam jumlah besar melalui satu rangkaian. Pengoperasian ini mendukung keteraturan perjalanan, optimalisasi sarana, serta kesinambungan distribusi batu bara dari Tanjung Enim," ujar Anne, dikutip Antara.
Pada tahap awal, KA Barapati Switching beroperasi menggunakan formasi 55 gerbong datar yang ditarik satu unit lokomotif CC205. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan KA Barapati reguler yang umumnya hanya menggunakan sekitar 32 hingga 33 gerbong.
Gerbong yang digunakan merupakan tipe BM 54 dengan kemampuan mengangkut beban hingga 54 ton pada setiap unit. Dalam satu trainset penuh yang terdiri atas 60 gerbong BM 54, kapasitas angkut dapat mencapai sekitar 3.000 ton dalam satu kali perjalanan.
Besarnya kapasitas tersebut memungkinkan konsolidasi muatan dalam jumlah besar sehingga pemanfaatan lokomotif, gerbong, jalur, dan waktu operasi menjadi semakin optimal.
"Semakin besar muatan yang dapat dilayani dalam satu perjalanan, semakin optimal juga pemanfaatan sarana dan jadwal operasi. Efisiensi tersebut tetap dijalankan dengan memperhatikan kemampuan lintas, sistem pengereman, kekuatan rangkaian, kesiapan lokomotif, serta standar keselamatan perjalanan kereta api," kata Anne.
Pengoperasian KA Barapati Switching didukung program pengadaan 1.125 unit gerbong datar BM 54. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 1.080 unit telah berada di Palembang untuk mendukung operasional logistik di wilayah Sumatra Bagian Selatan.
Sementara itu, 45 unit gerbong lainnya masih berada di fasilitas PT INKA Banyuwangi dan akan dikirim secara bertahap sesuai kebutuhan operasional serta kesiapan fasilitas bongkar muat mitra.
Keberadaan gerbong produksi Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari penguatan armada logistik nasional yang mendukung distribusi komoditas strategis melalui jalur kereta api.
Dalam rencana operasional, KA Barapati Switching akan melayani relasi Tanjung Enim Baru–Kramasan pergi pulang. Namun, selama proses penyelesaian Train Unloading Station di Kramasan masih berlangsung, perjalanan sementara diarahkan menuju Kertapati.
Pembongkaran batu bara dilakukan melalui fasilitas unloading alternatif yang telah disiapkan sehingga distribusi tetap berjalan tanpa mengganggu pasokan.
Menurut Anne, peningkatan kapasitas rangkaian tidak hanya meningkatkan produktivitas operasional KAI, tetapi juga memberikan efisiensi pada sistem logistik nasional. Distribusi melalui kereta api membantu mengonsolidasikan muatan dalam jumlah besar, menjaga ketepatan jadwal pengiriman, sekaligus mengurangi kebutuhan perjalanan kendaraan angkutan berat di jalan raya.
Sepanjang Semester I 2026, KAI telah melayani angkutan batu bara nasional sebanyak 26.534.095 ton. Capaian tersebut menunjukkan peran penting transportasi kereta api dalam mendukung distribusi komoditas massal yang membutuhkan kapasitas besar dan jadwal pengiriman yang konsisten.
"Pengoperasian KA Barapati Switching dan penambahan gerbong datar BM 54 memperkuat produktivitas layanan logistik KAI di Sumatra Selatan. Kami terus berkoordinasi dengan mitra agar peningkatan kapasitas dapat berjalan selaras dengan kesiapan sarana, prasarana, fasilitas bongkar muat, dan keselamatan operasi," pungkas Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi