Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menjelang BEC, Aktivitas Ekonomi Warga Banyuwangi Menggeliat dari Industri Kreatif hingga Sektor Wisata

Rizki Anindiya Putri • Jumat, 17 Juli 2026 | 06:30 WIB
Banyuwangi Ethno Carnival ikut menggerakkan ekonomi. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
Banyuwangi Ethno Carnival ikut menggerakkan ekonomi. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tidak hanya dikenal sebagai parade kostum budaya yang memukau. Festival tahunan kebanggaan Banyuwangi tersebut juga menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Setiap menjelang pelaksanaan BEC, berbagai aktivitas ekonomi mulai meningkat. Sejumlah pelaku industri kreatif memperoleh manfaat langsung dari persiapan festival. Desainer, penjahit, perajin aksesori, hingga pembuat kostum kebanjiran pesanan untuk mendukung penampilan para peserta karnaval.

Tidak hanya itu, keterlibatan berbagai profesi kreatif juga semakin besar. Seniman tari, koreografer, musisi, fotografer, dan videografer turut berperan dalam proses produksi hingga dokumentasi acara. Kondisi tersebut menciptakan peluang kerja sekaligus menambah pendapatan bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal.

Dampak positif BEC juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi selama penyelenggaraan festival menjadi peluang bagi pedagang kuliner, penjual cendera mata, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola penginapan untuk meningkatkan omzet usaha mereka.

Selain memberikan manfaat ekonomi secara langsung, BEC juga menjadi wadah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Berbagai pelatihan dan workshop yang digelar menjelang festival membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan di bidang desain busana, tata rias, seni pertunjukan, hingga manajemen acara.

Pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dari rangkaian kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi modal penting bagi lahirnya wirausaha baru di sektor ekonomi kreatif. Dengan demikian, manfaat BEC tidak hanya dirasakan saat acara berlangsung, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Di sektor pariwisata, Banyuwangi Ethno Carnival turut memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Publikasi yang menjangkau media nasional maupun internasional membuat festival ini semakin dikenal luas dan mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa BEC bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Banyuwangi Ethno Carnival bukan sekadar parade. Tapi lebih dari itu. BEC juga memiliki efek untuk menggerakkan ekonomi rakyat. BEC ini selain menjadi ajang untuk memfasilitasi kreativitas seni juga bisa menjadi peluang peningkatan ekonomi warga,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Melalui kolaborasi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif, Banyuwangi Ethno Carnival terus berkembang sebagai agenda unggulan daerah. Festival ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Banyuwangi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Editor : Lugas Rumpakaadi
ekonomi kreatif Banyuwangi Banyuwangi Ethno Carnival