RADAR BANYUWANGI – Revitalisasi Pasar Banyuwangi di Jalan Satsuit Tubun, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, memasuki tahap akhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kini menuntaskan proses administrasi serah terima sebelum pasar modern berkapasitas 798 unit dagang itu mulai difungsikan.
Selain menjadi pusat perdagangan, pasar seluas hampir 16 ribu meter persegi tersebut juga disiapkan sebagai pasar wisata yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Para pedagang yang selama proses pembangunan direlokasi ke kawasan Gedung Wanita akan menjadi penghuni pertama setelah seluruh tahapan administrasi selesai.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuwangi, Suratno, mengatakan saat ini pemerintah masih menyelesaikan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) antara pemerintah pusat dan Pemkab Banyuwangi.
Dokumen tersebut menjadi syarat utama sebelum aktivitas perdagangan kembali berlangsung di gedung baru.
"Alhamdulillah Ibu Bupati sudah menyelesaikan pengesahan dokumennya. Tinggal proses administrasi, optimistis BASTO bisa selesai bulan ini," ujarnya.
Seluruh Operasional Dikelola BLUD
Seiring penyelesaian administrasi, Pemkab Banyuwangi juga mematangkan sistem pengelolaan pasar. Seluruh operasional nantinya berada di bawah BLUD Pasar Banyuwangi, mulai dari kebersihan, keamanan, parkir, hingga pelayanan kepada pedagang dan pengunjung.
Sebelum pasar dibuka, seluruh petugas akan menjalani pelatihan untuk mengoperasikan berbagai fasilitas modern yang tersedia di dalam gedung.
"Ini pasar baru dengan fasilitas yang cukup lengkap. Petugas harus memahami pengoperasian hidran, APAR, CCTV, sound system sampai sistem utilitas lainnya. Karena itu sebelum dibuka akan ada pelatihan dan simulasi," jelas Suratno.
Disiapkan Menjadi Pasar Wisata
Pemkab tidak hanya membangun pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai destinasi wisata perkotaan. Berbagai kegiatan dan agenda rutin akan digelar untuk menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan.
"Konsepnya bukan sekadar pasar tradisional, tetapi juga pasar wisata. Ke depan kami ingin banyak event digelar di sini sehingga pasar menjadi lebih hidup," katanya.
Sementara itu, proses validasi calon penghuni kios telah selesai dilakukan. Prioritas diberikan kepada pedagang lama yang sebelumnya berjualan di Pasar Banyuwangi dan masih memiliki legalitas.
Sebanyak 560 pedagang masuk dalam daftar prioritas karena benar-benar menempati kios milik sendiri dan tidak menyewakannya kepada pihak lain.
"Sisanya nanti akan kami akomodasi pada tahap berikutnya, termasuk pedagang yang selama ini berjualan di trotoar maupun yang belum memiliki kios," terangnya.
Pasar Modern Berkapasitas 798 Unit Dagang
Pasar Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 15.873 meter persegi yang terdiri atas dua lantai.
Gedung baru tersebut memiliki kapasitas 798 unit dagang, terdiri atas:
-
397 kios
-
356 los
-
45 kios/los eksisting
Selain area perdagangan, revitalisasi juga menghadirkan berbagai fasilitas penunjang, antara lain bangunan pasar induk dua zona, ramp untuk penyandang disabilitas, tangga darurat, rumah pompa dan ground water tank (GWT), rumah gardu listrik, kantor metrologi, sistem mekanikal, elektrikal, dan plambing (MEP), gedung parkir, tempat penampungan sampah (TPS), jalur pedestrian, hingga penataan lanskap.
Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, Pasar Banyuwangi diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, tetapi juga menjadi ikon perdagangan modern yang mampu mendukung sektor pariwisata sekaligus memperkuat perekonomian daerah. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin