Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasar Banyuwangi Beroperasi Agustus, Pedagang Segera Tinggalkan Gedung Wanita

Fredy Rizki Manunggal • Minggu, 12 Juli 2026 | 00:00 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suratno, Kasatker Pelaksanaan Balai Prasarana Strategis Jawa Timur Kementerian PU I Gusti Agung Ari Wibawa, dan PPK Pasar Banyuwangi Yuni Ahmat Erivianto meninjau bangtunan Pasar Banyuwangi, Jumat (10/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suratno, Kasatker Pelaksanaan Balai Prasarana Strategis Jawa Timur Kementerian PU I Gusti Agung Ari Wibawa, dan PPK Pasar Banyuwangi Yuni Ahmat Erivianto meninjau bangtunan Pasar Banyuwangi, Jumat (10/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Revitalisasi Pasar Banyuwangi memasuki tahap akhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menargetkan pasar mulai beroperasi pada Agustus mendatang setelah proses administrasi serah terima dari pemerintah pusat rampung. 

Sebanyak 560 pedagang prioritas akan menjadi penghuni pertama pasar yang seluruh operasionalnya dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan konsep modern sekaligus pasar wisata.

Saat ini, pedagang yang masih menempati area Gedung Wanita tinggal menunggu jadwal relokasi ke gedung pasar baru.

Pemkab Banyuwangi tengah menuntaskan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO), dokumen yang menjadi syarat sebelum pasar resmi difungsikan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuwangi, Suratno, mengatakan proses administrasi kini memasuki tahap akhir.

"Alhamdulillah Ibu Bupati sudah menyelesaikan pengesahan dokumennya. Tinggal proses administrasi, optimistis BASTO bisa selesai bulan ini," ujarnya.

Seiring penyelesaian administrasi tersebut, pemerintah daerah juga mempersiapkan sistem pengelolaan pasar yang seluruhnya akan berada di bawah BLUD Pasar Banyuwangi.

Pengelolaan meliputi kebersihan, keamanan, parkir, hingga operasional fasilitas gedung yang didukung sumber daya manusia dari lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Menurut Suratno, seluruh petugas akan mendapatkan pelatihan sebelum pasar dibuka.

Langkah ini dilakukan agar mereka mampu mengoperasikan berbagai fasilitas modern yang tersedia di dalam gedung.

"Ini pasar baru dengan fasilitas yang cukup lengkap. Petugas harus memahami pengoperasian hidran, APAR, CCTV, sound system sampai sistem utilitas lainnya. Karena itu sebelum dibuka akan ada pelatihan dan simulasi," jelasnya.

Disiapkan Menjadi Pasar Wisata

Pemkab Banyuwangi tidak hanya menyiapkan Pasar Banyuwangi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai destinasi wisata perkotaan.

Berbagai kegiatan dan acara direncanakan digelar secara rutin untuk meningkatkan kunjungan masyarakat maupun wisatawan.

"Konsepnya bukan sekadar pasar tradisional, tetapi juga pasar wisata. Ke depan kami ingin banyak event digelar di sini sehingga pasar menjadi lebih hidup," kata Suratno.

Untuk tahap awal, proses validasi calon penghuni kios telah selesai dilakukan. Prioritas diberikan kepada pedagang lama yang sebelumnya berjualan di Pasar Banyuwangi dan masih memiliki legalitas.

Sebanyak 560 pedagang dipastikan masuk daftar prioritas karena menggunakan kiosnya sendiri, bukan disewakan kepada pihak lain.

"Sisanya nanti akan kami akomodasi pada tahap berikutnya, termasuk pedagang yang selama ini berjualan di trotoar maupun yang belum memiliki kios," terangnya.

Setelah BASTO ditandatangani, tahapan berikutnya adalah memindahkan seluruh pedagang ke gedung baru. Pemerintah pusat bersama Pemkab Banyuwangi kemudian akan menjadwalkan peresmian pasar.

"Kami berharap kalau semua berjalan sesuai rencana, proses perpindahan pedagang bisa dilakukan lebih dulu, kemudian peresmian dapat dilaksanakan sekitar Agustus," imbuh Suratno.

Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir Disiapkan

Pemkab juga telah menyiapkan penataan kawasan di sekitar pasar. Jalan yang membelah kompleks pasar tetap difungsikan sebagai jalan umum, tetapi kendaraan tidak diperbolehkan berhenti maupun parkir di badan jalan.

Sebagai gantinya, kantong parkir dipusatkan di kawasan Taman Sritanjung dan area bekas relokasi pedagang di Gedung Wanita setelah seluruh pedagang menempati gedung baru.

"Jalan tetap bisa dilalui, tetapi tidak boleh berhenti apalagi parkir. Konsepnya seperti kawasan wisata. Untuk parkir akan kami pusatkan di kantong-kantong parkir yang sudah disiapkan," pungkasnya.

Ditinjau Langsung Wapres Gibran

Kesiapan Pasar Banyuwangi juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pasar yang telah selesai direvitalisasi pada Jumat (10/7).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran mengecek berbagai detail pembangunan, mulai dari kebersihan lantai, kerapian instalasi kabel, hingga penyelesaian fasilitas pendukung yang akan dimanfaatkan pedagang dan pengunjung.

Ia juga melihat penyelesaian ornamen batu krukul yang menghiasi dinding penyangga pasar.

Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ari Wibawa, memastikan pembangunan fisik pasar pada prinsipnya telah selesai.

Saat ini proyek memasuki masa pemeliharaan sekaligus penyempurnaan beberapa bagian sebelum dilakukan serah terima kepada pemerintah daerah.

Hasil peninjauan Wakil Presiden, kata dia, menjadi perhatian tim pelaksana agar seluruh pekerjaan benar-benar tuntas sehingga Pasar Banyuwangi siap beroperasi sesuai target pada Agustus mendatang. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pedagang Banyuwangi #pasar wisata #BLUD Pasar #revitalisasi pasar #pasar banyuwangi