Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

INKA Kirim Dua Locomotive Platform ke Australia, Total Ekspor Kontrak 2021 Capai 18 Unit

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:19 WIB
PT INKA kembali mengekspor dua unit locomotive platform ke Australia sebagai bagian kontrak 50 unit. (Antara)
PT INKA kembali mengekspor dua unit locomotive platform ke Australia sebagai bagian kontrak 50 unit. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Industri Kereta Api (INKA) kembali memperkuat eksistensinya di pasar internasional melalui pengiriman dua unit locomotive platform ke UGL RS Pty Limited di Australia.

Pengiriman tersebut dilakukan melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Jawa Timur, sebagai bagian dari pelaksanaan kontrak ekspor yang telah disepakati sejak 2021.

Mengutip Antara, dua unit yang dikirim merupakan unit ke-17 dan ke-18 dari total kontrak pengadaan sebanyak 50 unit locomotive platform dengan nilai mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Proyek tersebut menjadi salah satu bukti konsistensi INKA dalam memenuhi kebutuhan pelanggan luar negeri sekaligus memperluas jangkauan produk manufaktur perkeretaapian Indonesia.

Komisaris PT INKA, Sangap Surbakti, menyatakan pengiriman tersebut menjadi pencapaian penting bagi perusahaan.

Menurutnya, keberhasilan ekspor menunjukkan bahwa produk manufaktur perkeretaapian nasional mampu memenuhi standar dan diterima oleh pasar internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan insan INKA yang telah mendukung kelancaran proses produksi hingga pengiriman.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan global.

Hingga saat ini, INKA telah mengirimkan lebih dari 1.000 unit gerbong barang serta belasan unit locomotive platform untuk memenuhi kebutuhan sektor perkeretaapian di Australia dan Selandia Baru.

Capaian tersebut mempertegas keberlanjutan ekspansi perusahaan di kawasan tersebut.

Proses ekspor dilakukan melalui fasilitas Terminal Petikemas Surabaya yang juga merupakan badan usaha milik negara.

Sinergi antar-BUMN tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai logistik nasional agar distribusi produk industri Indonesia ke pasar internasional berjalan lebih efektif dan efisien.

Melalui pelaksanaan kontrak tersebut, INKA terus meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing industri perkeretaapian nasional.

Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi memperluas kontribusi produk manufaktur Indonesia di pasar global.

Sangap menegaskan, sebagai perusahaan milik negara yang aktif melakukan ekspor, INKA tidak hanya membawa kepentingan bisnis perusahaan, tetapi juga menjaga nama baik serta reputasi Indonesia di mata dunia.

Karena itu, ia berharap dukungan terhadap kegiatan ekspor industri nasional terus diperkuat melalui regulasi yang kondusif, proses perizinan yang lebih efisien, serta koordinasi yang semakin baik antarlembaga.

Dukungan tersebut dinilai penting agar perusahaan Indonesia mampu memenuhi komitmen kepada pelanggan internasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Ekspor Kereta Api #Locomotive Platform #pt inka #australia