RADAR BANYUWANGI – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 siap kembali menjadi magnet wisata pada Sabtu (18/7). Namun, parade kostum etnik-modern yang menjadi ikon pariwisata Banyuwangi itu bukan satu-satunya agenda yang akan memanjakan masyarakat dan wisatawan. Sejumlah kegiatan pendukung telah disiapkan untuk menghadirkan kemeriahan selama beberapa hari, mulai dari Festival UMKM, kompetisi kreatif, hingga konser musik.
Seluruh rangkaian acara merupakan bagian dari Banyuwangi Attraction 2026, kalender pariwisata daerah yang telah digelar sejak 2011 dan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata sejak 2022.
Festival UMKM Jadi Pembuka
Sebelum puncak pelaksanaan BEC, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar UMKM Festival pada Kamis-Jumat (16–17/7) di kawasan Taman Blambangan.
Festival tersebut menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan beragam produk unggulan daerah, mulai kuliner khas hingga produk ekonomi kreatif.
Tak hanya menjadi ajang belanja, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kompetisi yang digelar selama festival berlangsung. Di antaranya lomba desain motif, kompetisi menyanyi, serta Halal Chef Competition yang menjadi wadah unjuk kreativitas para pelaku kuliner.
BEC Jadi Puncak Perayaan
Puncak kemeriahan akan berlangsung pada Sabtu (18/7) melalui gelaran Banyuwangi Ethno Carnival.
Parade akan dimulai dari Taman Blambangan pukul 13.00 WIB, kemudian para peserta berjalan sejauh 2,5 kilometer menuju garis finis di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono mengatakan, rute tersebut menjadi panggung terbuka bagi para talent untuk menampilkan kostum etnik-modern yang mengangkat kekayaan budaya lokal.
"Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 kilometer menuju garis finis di depan kantor Pemkab Banyuwangi," ujarnya.
Ditutup Fun Run dan Konser Musik
Kemeriahan tidak berhenti setelah parade BEC usai. Pada Minggu (19/7) siang, masyarakat akan diajak mengikuti kegiatan lari bertema kampanye sadar wakaf.
Pada malam harinya, rangkaian acara ditutup dengan Konser Musik BEC yang akan menjadi hiburan bagi masyarakat maupun wisatawan yang masih berada di Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung penyelenggaraan BEC, mulai dari seniman, budayawan, desainer, hingga generasi muda yang terus mengangkat budaya lokal melalui karya kreatif.
"Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia mengangkat kearifan lokal sehingga khazanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari," ujarnya.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari, BEC 2026 tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Banyuwangi. Festival UMKM, kompetisi kreatif, kampanye sosial, hingga konser musik diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin