Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa Banyuwangi Dipilih? Ini Alasan PT INKA dan Stadler Rail Membangun Basis Produksi Kereta Baru

Daafi Adilla Achmad • Kamis, 9 Juli 2026 | 20:06 WIB
Saat ini PT INKA Banyuwangi tengah menyelesaikan pesanan 16 trainset KRL dari PT KAI. Tujuh trainset di antaranya telah beroperasi melayani penumpang lini Jabodetabek. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Saat ini PT INKA Banyuwangi tengah menyelesaikan pesanan 16 trainset KRL dari PT KAI. Tujuh trainset di antaranya telah beroperasi melayani penumpang lini Jabodetabek. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri manufaktur strategis nasional.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan pabrik baru PT Industri Kereta Api (INKA) yang telah dimulai sejak 2019.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi basis produksi kereta api modern sekaligus memperluas kapasitas industri perkeretaapian Indonesia.

Pabrik tersebut dibangun melalui kolaborasi PT INKA dengan Stadler Rail, perusahaan manufaktur kereta api asal Swiss yang dikenal sebagai salah satu pemain utama di industri perkeretaapian global.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan transfer teknologi sekaligus memperkuat daya saing industri kereta nasional.

Keputusan Stadler Rail menjalin kemitraan dengan Indonesia tidak terlepas dari besarnya potensi pasar domestik.

Volume perjalanan penumpang kereta api yang dilayani PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencapai sekitar 1,35 juta perjalanan setiap hari.

Angka tersebut menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara sehingga dinilai memiliki prospek jangka panjang bagi pengembangan industri manufaktur kereta.

Model bisnis yang diterapkan Stadler Rail juga menjadi faktor penting.

Perusahaan tersebut memiliki strategi membangun fasilitas produksi langsung di negara dengan pasar transportasi kereta yang besar, dibandingkan hanya mengekspor produk jadi dari Eropa.

Pendekatan tersebut memungkinkan proses produksi lebih efisien sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Bagi PT INKA, kerja sama tersebut diperkuat oleh rekam jejak perusahaan yang telah mengekspor berbagai produk perkeretaapian ke sejumlah negara, seperti Bangladesh, Filipina, hingga Australia.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung proses alih teknologi serta peningkatan kemampuan manufaktur berstandar internasional.

Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi pabrik juga didasarkan pada pertimbangan logistik.

Kawasan industri tersebut memiliki akses yang relatif dekat menuju pelabuhan laut dalam (deep-water port) maupun stasiun utama dengan jarak sekitar tiga kilometer.

Kedekatan tersebut dinilai mampu menekan biaya distribusi karena gerbong maupun rangkaian kereta memiliki dimensi besar dan bobot yang sangat berat sehingga membutuhkan sistem pengiriman yang efisien.

Selain itu, Banyuwangi memiliki konektivitas jalur rel yang terhubung dengan pabrik utama PT INKA di Madiun.

Ketersediaan jaringan tersebut dinilai memberikan efisiensi biaya transportasi.

PT INKA sebelumnya menyebut biaya pengiriman rangkaian kereta dari Madiun menuju Surabaya hampir setara dengan biaya pengiriman dari Surabaya ke Malaysia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memperluas kapasitas produksi di Banyuwangi.

Keberadaan pabrik baru ini tidak hanya diharapkan meningkatkan kapasitas industri nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Banyuwangi.

PT INKA menargetkan pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) serta perguruan tinggi di daerah tersebut.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Stadler Rail #pt inka #banyuwangi