RADARBANYUWANGI.ID - Volume angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta terus menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I 2026, total barang yang diangkut mencapai 1.722.826 ton atau meningkat 21,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.413.244 ton. Lonjakan tersebut memperkuat posisi kereta api sebagai salah satu moda transportasi logistik yang semakin diminati dunia usaha sekaligus dinilai mampu membantu mengurangi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan raya.
Peningkatan volume angkutan itu menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis rel. Selain mampu mengangkut barang dalam jumlah besar, kereta api dinilai menawarkan ketepatan waktu, tingkat keamanan yang lebih baik, serta efisiensi operasional dibandingkan distribusi yang sepenuhnya mengandalkan angkutan jalan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan semakin banyak distribusi barang yang beralih ke kereta api akan memberikan dampak positif terhadap sistem transportasi nasional. Selain mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya, langkah tersebut juga berpotensi menekan jumlah kendaraan ODOL yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam sektor transportasi logistik.
Menurutnya, penggunaan kereta api untuk distribusi barang juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pembangunan sistem transportasi rendah karbon.
"Semakin banyak distribusi barang beralih ke kereta api, semakin besar pula kontribusi terhadap terciptanya transportasi yang berkelanjutan," ujar Franoto dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026), dikutip Antara.
Pemerintah sendiri terus mendorong penanganan kendaraan ODOL karena kelebihan muatan maupun dimensi kendaraan berisiko mempercepat kerusakan jalan, meningkatkan biaya pemeliharaan infrastruktur, hingga memicu kecelakaan lalu lintas. Dalam konteks tersebut, peningkatan pemanfaatan kereta api menjadi salah satu alternatif untuk mendukung distribusi logistik nasional yang lebih aman dan efisien.
Dari total volume angkutan barang selama enam bulan pertama tahun ini, komoditas petikemas masih menjadi penyumbang terbesar. Kontribusinya mencapai lebih dari 94 persen terhadap keseluruhan barang yang diangkut KAI Daop 1 Jakarta.
Dominasi petikemas menunjukkan aktivitas distribusi logistik berbasis rel terus berkembang, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri dan perdagangan yang membutuhkan pengiriman dalam jumlah besar dengan jadwal yang lebih pasti.
Secara keseluruhan, volume angkutan barang semester I 2026 bertambah sekitar 309 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya penggunaan moda kereta api sebagai bagian dari rantai pasok nasional.
"Kereta api menjadi solusi logistik yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara aman, tepat waktu, dan lebih efisien," kata Franoto.
Seiring meningkatnya permintaan angkutan barang, KAI Daop 1 Jakarta masih membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku usaha, kawasan industri, maupun perusahaan jasa logistik yang membutuhkan layanan distribusi melalui jalur rel.
"Kami siap mendukung kebutuhan distribusi barang dengan layanan yang aman, efisien, kompetitif, dan ramah lingkungan," ujarnya.
Untuk menunjang operasional, KAI Daop 1 Jakarta saat ini didukung 633 gerbong barang, 51 kereta bagasi barang, serta armada lokomotif yang andal. Sarana tersebut menjadi penopang kelancaran distribusi berbagai komoditas dari dan menuju wilayah operasional Daop 1 Jakarta.
Ke depan, perusahaan berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang melalui penguatan konektivitas logistik, peningkatan keandalan operasional, serta pengembangan layanan yang semakin kompetitif. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lebih banyak pelaku usaha memanfaatkan moda kereta api sebagai pilihan distribusi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Editor : Lugas Rumpakaadi