Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cek Pasar Rogojampi, Kemenko Pangan Pastikan Stok Beras Banyuwangi Melimpah

Sigit Hariyadi • Senin, 6 Juli 2026 | 10:30 WIB
Asdep Stabilisasi Harga Pangan Kemenko Pangan Siradj Parwito (dua dari kanan) didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno (kanan) mengecek harga bahan pokok di Pasar Rogojampi, Minggu (5/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)
Asdep Stabilisasi Harga Pangan Kemenko Pangan Siradj Parwito (dua dari kanan) didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno (kanan) mengecek harga bahan pokok di Pasar Rogojampi, Minggu (5/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah memastikan kondisi pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok di Banyuwangi masih aman. Tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) turun langsung ke Pasar Rogojampi, Minggu (5/7), untuk memantau harga komoditas strategis sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap mencukupi di tengah dinamika pasar nasional.

Pemantauan dipimpin Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Maritim, Sugeng Santoso, bersama Asisten Deputi (Asdep) Stabilisasi Harga Pangan, Siradj Parwito. Rombongan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah mengecek langsung harga sejumlah komoditas utama, mulai dari beras, telur ayam, daging sapi, daging ayam, hingga minyak goreng.

Asdep Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito mengatakan hasil pemantauan menunjukkan harga kebutuhan pokok di Pasar Rogojampi masih berada pada level yang terkendali.

"Hasil pemantauan kami di lapangan, harganya dalam kondisi terkendali. Harga telur yang sempat turun kini kembali normal di kisaran Rp 23 ribu per kilogram di tingkat konsumen," ujarnya.

Selain telur, harga daging sapi juga dinilai masih stabil. Daging sapi kualitas premium dijual sekitar Rp 150 ribu per kilogram, sedangkan daging campuran atau tetelan berada di kisaran Rp 140 ribu per kilogram.

Meski demikian, pedagang berharap pasokan dari rumah potong hewan (RPH) dapat ditambah agar ketersediaan daging tetap terjaga ketika permintaan meningkat.

Untuk komoditas ayam potong, harga saat ini berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram. Siradj menjelaskan, harga dapat melonjak hingga Rp 34 ribu–Rp 35 ribu per kilogram ketika permintaan naik, seperti saat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga berjalan lancar. Setiap pekan, Perum Bulog memasok sekitar dua ton beras SPHP ke Pasar Rogojampi dan seluruhnya selalu terserap oleh masyarakat.

"Kami juga mengecek harga minyak goreng, juga tidak ada masalah. Sementara yang dikeluhkan pedagang adalah kenaikan harga plastik kemasan akibat dampak geopolitik global yang mengganggu impor plastik kita," jelas Siradj.

Menurutnya, Pasar Rogojampi merupakan salah satu pasar binaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2HP) sehingga perkembangan harga berbagai komoditas penyumbang inflasi dapat dipantau secara berkala.

Pedagang: Penjualan Daging Turun, Beras SPHP Selalu Habis

Pedagang daging sapi, Yuyun, mengaku harga jual masih stabil di kisaran Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram. Namun, penjualan mengalami penurunan selama bulan Muharam karena minimnya kegiatan hajatan masyarakat.

"Di bulan ini memang jarang orang punya hajatan. Sehingga stok saya kurangi. Kalau lagi ramai itu bisa habis sekitar 1,5 kuintal sehari," katanya.

Sementara itu, pedagang beras, Bayu, mengatakan stok beras di tokonya mencapai lima hingga enam ton, sehingga pasokan dipastikan aman. Beras SPHP yang dijual seharga Rp 58 ribu per kemasan menjadi produk paling diminati masyarakat.

"SPHP paling cepat habis karena harganya paling terjangkau," ujarnya.

Banyuwangi Surplus Beras, Bulog Siap Suplai Luar Daerah

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, mengungkapkan produksi padi Banyuwangi sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 377.952 ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen 57.015 hektare.

Produksi tersebut setara dengan 255.257 ton beras, dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare.

"Produksi tersebut setara 255.257 ton beras dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare. Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus beras tiap tahun," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, memastikan cadangan beras di gudang Bulog saat ini mencapai 129 ribu ton. Jumlah tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Banyuwangi selama satu tahun, tetapi juga menjadi penyangga distribusi beras ke berbagai daerah di Indonesia.

"Stok sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyuwangi juga menyuplai kebutuhan beras ke Papua, NTT, dan Bali sebagai bagian dari pemerataan stok nasional," pungkasnya.

Kondisi harga yang relatif stabil, produksi padi yang terus surplus, serta cadangan beras Bulog yang melimpah menjadi indikator kuat bahwa ketahanan pangan Banyuwangi tetap terjaga. Pemerintah berharap stabilitas ini dapat terus dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#surplus beras #Kemenko Pangan #Bulog Banyuwangi #pasar rogojampi #harga sembako