Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

IHSG Masih Rawan Koreksi Meski Ditutup Menguat, ANTM, BIPI, BRPT, dan PGAS Masuk Radar Buy on Weakness

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:54 WIB
IHSG diproyeksikan berpotensi melemah pada perdagangan Kamis (2/7/2026) setelah menguat sehari sebelumnya. (Pexels/Rafael Minguet Delgado)
IHSG diproyeksikan berpotensi melemah pada perdagangan Kamis (2/7/2026) setelah menguat sehari sebelumnya. (Pexels/Rafael Minguet Delgado)

RADARBANYUWANGI.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi melemah pada perdagangan Kamis (2/7), setelah pada sesi sebelumnya ditutup menguat 0,92 persen ke level 5.695 pada Rabu (1/7/2026).

Mengutip JawaPos.com, dalam riset hariannya, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] dalam skenario hitam. Kondisi tersebut membuat indeks dinilai masih berpeluang mengalami koreksi untuk menguji area 5.472 hingga 5.540.

Meski demikian, MNC Sekuritas juga mengingatkan adanya skenario alternatif atau skenario merah. Dalam skenario tersebut, IHSG diperkirakan tengah membentuk fase awal wave [v] dari wave 3, sehingga peluang melanjutkan penguatan tetap terbuka apabila skenario tersebut terkonfirmasi.

Untuk perdagangan berikutnya, level support IHSG berada di area 5.486 dan 5.317. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada 6.007 dan 6.286.

Di tengah potensi koreksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness terhadap empat saham, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Untuk saham ANTM, MNC Sekuritas memperkirakan harga berpotensi menguat 0,77 persen ke level 2.610 dengan dukungan peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, pergerakan saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (Y).

Investor disarankan melakukan buy on weakness pada kisaran 2.290 hingga 2.430 dengan target harga 2.920 dan 3.310. Adapun batas cut loss atau stop loss disarankan berada di bawah level 2.240.

Sementara itu, saham BIPI diproyeksikan menguat 1,79 persen menuju level 114 disertai peningkatan volume pembelian. Posisi saham ini diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave 5 dari wave (C).

Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang harga 93 hingga 112 dengan target harga 118 sampai 151. Investor disarankan menerapkan stop loss apabila harga turun di bawah level 83.

Untuk saham BRPT, MNC Sekuritas memperkirakan potensi kenaikan sebesar 7,39 persen ke level 1.380. Secara teknikal, BRPT diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 5 dari wave (A).

Strategi buy on weakness direkomendasikan pada kisaran 980 hingga 1.170, dengan target harga 1.580 dan 1.950. Sementara itu, batas stop loss berada di bawah level 865.

Adapun saham PGAS diproyeksikan bergerak cenderung datar di level 1.365, namun tetap didukung munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan posisi saham tersebut sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A).

Investor dapat mempertimbangkan strategi buy on weakness pada rentang 1.300 hingga 1.335 dengan target harga 1.460 hingga 1.635. Stop loss disarankan diterapkan apabila harga bergerak di bawah level 1.275.

MNC Sekuritas mengingatkan investor untuk tetap mencermati perkembangan pergerakan IHSG serta disiplin menerapkan manajemen risiko di tengah potensi volatilitas pasar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#MNC Sekuritas #Buy on Weakness #ihsg