Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BPS Catat Inflasi Juni 3,34 Persen, Kenaikan Harga BBM, Bensin, dan Pangan Jadi Pemicu Utama

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:51 WIB
Inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen. (Pexels/ClickerHappy)
Inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen. (Pexels/ClickerHappy)

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai laju inflasi Indonesia pada Juni 2026 masih didominasi oleh kenaikan harga komoditas yang bersifat fluktuatif, terutama bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah komoditas pangan. Karena dipengaruhi faktor musiman dan pergerakan harga energi, pemerintah memperkirakan tekanan inflasi akan berangsur mereda dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Purbaya, kenaikan harga komoditas seperti cabai dan bahan pangan lainnya merupakan fenomena yang lazim terjadi pada periode tertentu. Di sisi lain, tren penurunan harga minyak dunia diyakini akan diikuti penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara bertahap.

Ia meyakini penurunan harga tersebut akan mengurangi tekanan terhadap inflasi nasional dalam waktu dekat.

Purbaya juga menegaskan bahwa kondisi inflasi saat ini belum menunjukkan adanya lonjakan permintaan masyarakat yang berlebihan. Hal tersebut tercermin dari inflasi inti (core inflation) yang masih berada pada level terkendali, yakni sebesar 2,76 persen secara tahunan.

Menurutnya, stabilnya inflasi inti menjadi indikator bahwa kenaikan harga lebih banyak dipicu faktor pasokan dan komoditas yang bergejolak, bukan karena peningkatan konsumsi masyarakat secara signifikan.

"Core inflation masih relatif terkendali. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat, melainkan dipengaruhi harga yang fluktuatif seperti minyak, BBM, dan komoditas pangan. Kondisi ini seharusnya akan mereda dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya, Rabu (1/7/2026), dikutip Antara.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year on year/yoy). Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan tingkat inflasi 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.

Tiga komoditas yang paling besar mendorong inflasi pada kelompok transportasi adalah bensin dengan andil 0,21 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen, serta pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan andil 0,06 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar berasal dari bawang merah dengan andil 0,04 persen, disusul bawang putih sebesar 0,03 persen dan beras sebesar 0,02 persen.

Adapun inflasi inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,23 persen secara bulanan dan 2,76 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa tekanan inflasi masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali meskipun terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas yang bersifat sementara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#inflasi Juni 2026 #harga bbm #Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa