Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Produksi Beras Nasional Diprediksi Meningkat hingga 25,28 Juta Ton, BPS Sebut Pasokan Pangan Tetap Terjaga

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:33 WIB
Produksi beras nasional Januari–Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton. (Pexels/Ari Setiawan)
Produksi beras nasional Januari–Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton. (Pexels/Ari Setiawan)

RADARBANYUWANGI.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton. Angka tersebut naik sekitar 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, peningkatan produksi beras tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya produksi padi serta meluasnya areal panen di berbagai daerah.

"Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,01 juta ton atau meningkat 0,05 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujarnya dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7/2026), dikutip Antara.

BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras selama Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,42 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi beras ditopang oleh peningkatan produksi padi. Pada Mei 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG).

Adapun potensi produksi padi sepanjang Juni hingga Agustus 2026 diproyeksikan sebesar 14,61 juta ton GKG. Angka itu meningkat sekitar 0,17 juta ton GKG atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025," kata Ateng.

Selain produksi yang meningkat, luas panen padi juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, luas panen tercatat mencapai 0,98 juta hektare.

Sedangkan potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare. Luasan tersebut bertambah sekitar 0,04 juta hektare atau meningkat 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 8,35 juta hektare. Jumlah tersebut meningkat sekitar 0,04 juta hektare atau 0,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng.

Proyeksi tersebut menunjukkan kapasitas produksi pangan nasional masih berada pada kondisi yang stabil hingga pertengahan 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#BPS produksi beras 2026 #Ketahanan pangan Indonesia