Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fakta CNG 3 Kg, Pengganti LPG yang Segera Diluncurkan Pemerintah

Ali Sodiqin • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:45 WIB
JAUH LEBIH MURAH : Tekan impor elpiji hingga 84%, pemerintah akselerasi transisi ke CNG (Compressed Natural Gas) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg di sektor rumah tangga. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
JAUH LEBIH MURAH : Tekan impor elpiji hingga 84%, pemerintah akselerasi transisi ke CNG (Compressed Natural Gas) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg di sektor rumah tangga. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

RADARBANYUWANGI.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram sebagai sumber energi alternatif pengganti LPG 3 kg. Program ini digulirkan untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang terus meningkat, sekaligus mengurangi beban subsidi energi tanpa membebani masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah telah menyiapkan skema implementasi CNG 3 kg, mulai dari penetapan harga, penyediaan tabung khusus, hingga uji coba yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Langkah tersebut diambil karena konsumsi LPG nasional jauh melampaui kapasitas produksi dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian ESDM, kebutuhan LPG Indonesia mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya berkisar 1,8 hingga 1,9 juta ton. Kekurangan pasokan selama ini dipenuhi melalui impor, sehingga membebani devisa negara dan anggaran subsidi.

Harga CNG 3 Kg Disamakan dengan LPG Bersubsidi

Pemerintah memastikan masyarakat tidak akan dibebani harga yang lebih mahal saat program CNG 3 kg mulai diterapkan.

Laode Sulaeman menegaskan harga jual tabung CNG 3 kg akan disamakan dengan harga LPG 3 kg yang berlaku saat ini. Menurutnya, meski harga kepada masyarakat tetap sama, pemerintah tetap berpotensi menghemat anggaran subsidi energi hingga sekitar 30 persen.

"Sama dengan harganya (LPG 3 kg). Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen," ujar Laode di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Kebijakan tersebut diharapkan menjadi solusi agar transisi energi berlangsung tanpa menambah beban ekonomi masyarakat, khususnya pengguna LPG bersubsidi.

Tabung CNG Masih Diimpor dari China

Pada tahap awal implementasi, pemerintah akan mengimpor sekitar 100.000 tabung CNG 3 kg dari China.

Laode menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena industri nasional belum memiliki kemampuan memproduksi tabung CNG berteknologi tinggi yang memenuhi standar keselamatan internasional.

Menurutnya, impor merupakan solusi sementara sambil menunggu kesiapan industri dalam negeri untuk mengembangkan teknologi serupa.

Tabung tersebut nantinya diberi nama Tabung Merah Putih sebagai identitas produk nasional yang akan digunakan dalam program substitusi LPG.

"Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar, kita belum. Tahap awal memang diimpor dari China," kata Laode.

Gunakan Material Serat dan Jalani Uji Keamanan

Kementerian ESDM juga telah menyiapkan 15 prototipe Tabung Merah Putih yang akan menjalani pengujian di Laboratorium Lemigas pada Juli 2026.

Tabung tersebut menggunakan teknologi Tipe 4 dengan material berbahan dasar serat komposit (composite fiber) yang dikenal lebih ringan dibanding tabung baja konvensional, tetapi memiliki ketahanan terhadap tekanan tinggi.

Pengujian difokuskan pada aspek keselamatan, terutama kemampuan tabung menahan tekanan gas serta keandalan sistem katup (valve).

"Yang paling penting adalah uji tekanan serta keamanan valve dan tabungnya," ujar Laode.

Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar sebelum pemerintah memberikan izin edar kepada tabung CNG untuk digunakan masyarakat.

Distribusi Bertahap Dimulai dari Kota Besar

Jika seluruh tahapan uji keselamatan berjalan sesuai rencana, distribusi CNG 3 kg tidak langsung dilakukan secara nasional.

Pemerintah akan memulai implementasi di kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa yang telah memiliki jaringan pipa gas bumi lebih memadai.

Strategi tersebut dipilih agar biaya distribusi lebih efisien dan harga gas tetap ekonomis bagi masyarakat.

"Kita prioritaskan dulu daerah yang dekat dengan jaringan pipa gas. Biar harganya lebih ekonomis," jelas Laode.

Upaya Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Program CNG 3 kg menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Selama ini Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG karena kesenjangan antara produksi dan konsumsi domestik sangat besar. Dengan memanfaatkan gas bumi yang tersedia di dalam negeri, pemerintah berharap ketergantungan impor dapat dikurangi secara bertahap.

Selain menekan impor, penggunaan CNG juga diproyeksikan mampu mengurangi beban subsidi energi sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi rumah tangga.

Meski demikian, keberhasilan program ini akan bergantung pada hasil uji keselamatan, kesiapan infrastruktur distribusi gas, serta penerimaan masyarakat terhadap penggunaan tabung CNG sebagai pengganti LPG 3 kilogram. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#CNG 3 kg #tabung Merah Putih #Pengganti LPG #impor lpg #esdm