RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas distribusi logistik melalui jalur kereta api terus menunjukkan tren positif. Selama Januari hingga Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mengangkut 130.710 ton berbagai komoditas atau meningkat 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut didorong pertumbuhan signifikan angkutan peti kemas seiring meningkatnya aktivitas industri, perdagangan, dan kebutuhan masyarakat.
Data tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional. Dengan kapasitas angkut yang besar dan jadwal operasional yang teratur, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang semakin diandalkan untuk distribusi logistik antardaerah.
Angkutan Peti Kemas Tumbuh Paling Tinggi
Sepanjang lima bulan pertama 2026, volume angkutan peti kemas mencapai 99.751 ton. Jumlah tersebut meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 79.848 ton.
Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang tercatat 65.415 ton, pertumbuhan angkutan peti kemas bahkan mencapai 52 persen dalam dua tahun terakhir. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang dari dan menuju kawasan industri maupun pelabuhan.
Sementara itu, layanan angkutan retail juga mengalami pertumbuhan. KAI Daop 4 Semarang mengangkut 3.161 ton barang retail selama Januari hingga Mei 2026 atau naik 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 2.981 ton.
Dibandingkan capaian Januari–Mei 2024 sebesar 3.093 ton, volume angkutan retail juga masih mencatat kenaikan sekitar 2 persen.
Distribusi Logistik Ikuti Pertumbuhan Industri
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan peningkatan volume angkutan barang mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi yang mengikuti perkembangan sektor industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.
"Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat," ujarnya, dikutip Antara.
Menurut Luqman, meningkatnya volume angkutan barang tidak hanya menunjukkan bertambahnya jumlah komoditas yang berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Kondisi tersebut juga menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di berbagai sektor masih bergerak positif.
Semakin banyak barang yang dapat diangkut melalui jalur rel juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya. Dampaknya tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya distribusi, tetapi juga membantu menjaga ketepatan waktu pengiriman barang dalam jumlah besar.
Didukung Kawasan Industri dan Pelabuhan
Wilayah operasional Daop 4 Semarang memiliki posisi strategis karena terhubung dengan sejumlah kawasan industri utama di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Selain itu, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan tiga Container Yard (CY) sebagai simpul distribusi logistik, yakni CY Pethek di Stasiun Semarang Poncol, CY Ronggowarsito di kawasan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, serta CY Brumbung di Stasiun Brumbung.
Setiap hari sekitar 30 perjalanan kereta api barang melintasi wilayah Daop 4 Semarang dengan tujuan Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember. Komoditas yang diangkut meliputi semen, bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, hingga berbagai barang retail yang menopang aktivitas industri dan kebutuhan masyarakat.
Bagi wilayah Jawa Timur, termasuk kawasan Tapal Kuda, jalur distribusi menuju Ketapang dan Jember menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas logistik antardaerah. Ketersediaan layanan angkutan barang berbasis rel membantu mempercepat pergerakan komoditas sekaligus mendukung kelancaran pasokan barang.
Perkuat Efisiensi Logistik Nasional
Peningkatan angkutan barang melalui kereta api tidak hanya berdampak pada kelancaran perpindahan komoditas. Setiap perjalanan kereta barang membawa bahan baku industri, produk manufaktur menuju pasar, komoditas ekspor ke pelabuhan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang harus tersedia tepat waktu.
Distribusi yang semakin lancar berkontribusi terhadap efisiensi biaya logistik, menjaga stabilitas pasokan barang, serta meningkatkan produktivitas ekonomi di berbagai daerah. Kemampuan kereta api mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan juga membantu memperkuat kapasitas sistem transportasi nasional.
"Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI Daop 4 Semarang terus mengembangkan layanan angkutan barang agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Luqman.
Tren peningkatan angkutan barang tersebut memperlihatkan bahwa transportasi berbasis rel semakin menjadi salah satu tulang punggung distribusi logistik nasional. Seiring pertumbuhan kawasan industri dan perdagangan, peran kereta api diperkirakan akan semakin penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok sekaligus mendukung daya saing ekonomi Indonesia.
Editor : Lugas Rumpakaadi