Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BRI Sambut Penempatan Dana SAL, Siap Perkuat Pembiayaan Sektor Produktif dan UMKM

Lugas Rumpakaadi • Senin, 29 Juni 2026 | 19:47 WIB
BRI menyambut penempatan dana SAL dari pemerintah untuk memperkuat likuiditas perbankan. (Istimewa)
BRI menyambut penempatan dana SAL dari pemerintah untuk memperkuat likuiditas perbankan. (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut positif kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali mengalokasikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan nasional sekaligus memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, kepercayaan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL menjadi bentuk sinergi yang penting antara pemerintah dan industri perbankan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Menurut Hery, tambahan likuiditas dari kebijakan tersebut akan memperkuat kapasitas perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, BRI akan memanfaatkan tambahan likuiditas secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan penerapan manajemen risiko yang baik.

Penyaluran pembiayaan akan dilakukan secara selektif dengan fokus pada sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi segmen utama BRI. Proses penyaluran juga mempertimbangkan kualitas kredit serta kebutuhan pembiayaan yang benar-benar sesuai dengan kondisi perekonomian.

Hery menilai, tambahan likuiditas tersebut berpotensi meningkatkan kapasitas intermediasi perbankan sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only telah mencapai Rp1.358 triliun. Sebagian besar kredit tersebut disalurkan kepada pelaku UMKM dan berbagai sektor riil yang memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect terhadap perekonomian. Langkah tersebut sejalan dengan mandat perseroan sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.

"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," kata Hery.

Selain memperkuat penyaluran kredit, BRI juga akan mengoptimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama dana murah atau current account saving account (CASA), melalui penguatan ekosistem digital perusahaan guna menjaga struktur pendanaan tetap sehat.

Sebagai informasi, pada Juni 2026 pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana kembali menempatkan dana SAL sebesar Rp400 triliun kepada lima bank Himbara. Dana tersebut akan didistribusikan kepada BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan Bank Syariah Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem perbankan di tengah dinamika perekonomian.

Dengan fundamental bisnis yang dinilai kuat serta fokus pada pembiayaan UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#likuiditas #ekonomi kerakyatan #bri #Dana Pemerintah #bbri