Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tampo Fair 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Warga Banyuwangi

Zamrozi Wahyu • Rabu, 24 Juni 2026 | 21:00 WIB
Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Alief Rachman Kartiono (berkacamata) didampingi Kades Tampo Hasyim Ashari (baju batik) meninjau stan UMKM di Tampo Fair, Rabu (24/6). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Alief Rachman Kartiono (berkacamata) didampingi Kades Tampo Hasyim Ashari (baju batik) meninjau stan UMKM di Tampo Fair, Rabu (24/6). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Semangat membangun kemandirian ekonomi dari desa kembali menggema di Banyuwangi. Melalui Tampo Fair 2026 yang resmi dibuka pada Rabu (24/6), Desa Tampo, Kecamatan Cluring, menegaskan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal dengan menghadirkan puluhan pelaku UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga layanan sosial untuk masyarakat.

Ajang yang berlangsung selama empat hari hingga Sabtu (27/6) di Lapangan Dusun Simbar itu mengusung tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Desa”. Sebanyak 68 stan UMKM memamerkan beragam produk unggulan lokal, mulai kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif masyarakat desa.

Tampo Fair merupakan bagian dari kalender Banyuwangi Festival (B-Fest) atau Banyuwangi Attraction yang selama ini menjadi wadah promosi potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata daerah.

Prosesi pembukaan dihadiri Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Banyuwangi Alief Rachman Kartiono yang mewakili Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) RR Nanin Oktaviantie, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hartono, jajaran Forpimka Cluring, seluruh kepala desa se-Kecamatan Cluring, serta unsur TNI dan Polri.

Tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, Tampo Fair juga menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai pertunjukan kesenian, beragam lomba, sunatan massal, pengobatan gratis, hingga donor darah.

Kepala Desa Tampo Hasyim Ashari menjelaskan, penyelenggaraan Tampo Fair diarahkan untuk memperkuat perputaran ekonomi masyarakat desa sekaligus mendorong lahirnya semangat kewirausahaan baru.

“Kami berharap dengan Tampo Fair ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat desa serta memicu masyarakat agar terus berusaha meningkatkan perekonomian mereka,” ujarnya.

Menurut Hasyim, desa memiliki potensi besar yang harus terus didorong melalui ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas. Karena itu, Tampo Fair diharapkan menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Banyuwangi Alief Rachman Kartiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai Tampo Fair menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun ekonomi dari akar rumput.

“Desa bukan lagi sekadar objek pembangunan. Desa adalah pusat pertumbuhan baru, sumber inovasi, serta ruang lahirnya kreativitas budaya dan kewirausahaan masyarakat,” tegasnya.

Alief berharap Tampo Fair tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang inkubasi ekonomi kreatif desa, sarana promosi produk unggulan lokal, sekaligus panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan karya dan inovasinya.

Menurutnya, cita-cita membangun desa yang mandiri dan berdaya saing hanya dapat diwujudkan melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong yang diwujudkan dalam program Tandang Bareng menjadi kunci untuk memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.

“Membangun Banyuwangi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Jika ingin melangkah jauh dan berkelanjutan, kita harus berjalan bersama-sama,” pungkas Alief. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#B-Fest 2026 #desa tampo #ekonomi desa #UMKM Banyuwangi #Tampo Fair