RADARBANYUWANGI.ID - Upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Tapal Kuda terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Muharram x Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026.
Mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital, festival ini berhasil mencatat transaksi UMKM sebesar Rp 900,15 juta. Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi syariah sekaligus tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk halal dan usaha berbasis syariah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, mengatakan SAMARA merupakan wujud sinergi berbagai pihak dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sekarkijang yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
“Penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah dilakukan melalui pengembangan rantai nilai halal, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, serta penguatan kelembagaan ekonomi berbasis pesantren dan UMKM,” ujarnya.
Sebanyak 90 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam festival tersebut. Mereka tidak hanya mengikuti pameran secara langsung di Alun-Alun Bondowoso, tetapi juga memasarkan produknya melalui platform digital dan e-commerce.
Selain mencatat transaksi ratusan juta rupiah, kegiatan business matching antara pelaku usaha dan lembaga keuangan juga membuahkan hasil menggembirakan. Komitmen pembiayaan yang tercatat mencapai Rp 1,17 miliar.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid yang hadir bersama unsur Forkopimda, DPRD, perbankan, akademisi, serta perwakilan pondok pesantren menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak hanya menjadi alternatif sistem ekonomi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih merata dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bank Indonesia juga menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, konsumsi masyarakat Muslim dunia diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai USD 3,1 triliun pada 2027. Potensi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia, termasuk daerah-daerah di Tapal Kuda, untuk memperkuat daya saing produk halal.
Tidak hanya berisi pameran UMKM, SAMARA 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat. Mulai seminar nasional, pelatihan digitalisasi pesantren, Sharia Fair, tabligh akbar, lomba inovasi syariah, hingga layanan kas keliling dan pasar murah.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah SAMARA Run yang dikemas sebagai bagian dari Gerakan Sadar Wakaf. Sekitar 1.000 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dari ajang itu, berhasil dihimpun dana wakaf sebesar Rp 75,99 juta yang akan disalurkan untuk program wakaf sumur pelosok, wakaf pendidikan pesantren dan madrasah, serta wakaf produktif berbasis pertanian.
Antusiasme generasi muda juga terlihat dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Sharia Innovation for Youth tingkat SMA/SMK/MA yang diikuti 171 tim atau 513 siswa.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan SAMARA 2026 berhasil menarik lebih dari 22.756 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.
Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Donni Fajar Anugrah, menyampaikan bahwa pelaksanaan SAMARA di Bondowoso menjadi bagian penting menuju penyelenggaraan FESyar Jawa 2026 yang akan digelar di Surabaya pada September mendatang.
“Melalui sinergi yang semakin kuat, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin