RADARBANYUWANGI.ID – Usai perayaan Idul Adha, geliat perdagangan ternak di Banyuwangi mulai berubah. Jika sebelumnya sapi siap kurban menjadi incaran, kini giliran anakan sapi atau pedet yang menjadi primadona di Pasar Hewan Rogojampi. Banyak peternak berburu pedet untuk dibesarkan dan dipersiapkan menjadi sapi kurban pada Idul Adha tahun depan.
Tingginya minat masyarakat terhadap pedet membuat harga jualnya masih bertahan tinggi. Untuk seekor pedet dengan kondisi sehat, harga yang dipatok pedagang rata-rata mencapai Rp 10 juta, bahkan bisa lebih tergantung jenis dan kualitas ternaknya.
Fenomena itu terlihat jelas di Pasar Hewan Rogojampi, salah satu pusat transaksi ternak terbesar di Banyuwangi. Meski jumlah sapi yang masuk pasar menurun setelah Idul Adha, aktivitas jual beli pedet justru masih ramai.
Petugas Pasar Hewan Rogojampi, Eko Baihaqi, mengatakan jumlah sapi yang dibawa pedagang kini berkurang dibandingkan saat menjelang Idul Adha lalu. Jika sebelumnya jumlah sapi yang diperdagangkan bisa mencapai 150 ekor setiap hari pasaran, kini hanya sekitar 90 ekor.
“Menjelang Idul Adha kemarin jumlah sapi yang dijual bisa sampai 150 ekor. Sedangkan sekarang yang dibawa pedagang tinggal sekitar 90 ekor,” ujarnya kemarin (17/6).
Meski pasokan berkurang, permintaan terhadap pedet tetap tinggi. Mayoritas pembeli berasal dari kalangan peternak maupun pedagang yang ingin membesarkan sapi untuk dijual kembali beberapa bulan mendatang.
“Kebanyakan peternak maupun pedagang yang mencari pedet. Karena itu, harga pedet masih relatif tinggi, sekitar Rp 10 juta bahkan bisa lebih per ekor,” katanya.
Menurut Eko, harga sapi dewasa juga masih cukup stabil. Untuk sapi betina dewasa, harga rata-rata berada di kisaran Rp 17 juta hingga Rp 18 juta per ekor. Sedangkan sapi jantan dewasa dibanderol mulai Rp 25 juta ke atas.
“Itu pun tergantung sapinya. Kalau kondisi fisiknya bagus dan bobotnya besar, harganya bisa lebih mahal lagi,” jelasnya.
Tidak hanya sapi, Pasar Hewan Rogojampi juga menjadi tempat transaksi kambing dan domba. Namun, berbeda dengan pedet yang masih mahal, harga kambing dan domba justru mulai turun setelah momen Idul Adha berlalu.
Eko mencontohkan, harga domba yang sebelumnya mencapai Rp 700 ribu per ekor saat menjelang Idul Adha, kini turun menjadi sekitar Rp 600 ribu per ekor.
“Kalau domba memang sudah turun. Sebelum Idul Adha rata-rata Rp 700 ribu per ekor, sekarang sekitar Rp 600 ribu,” ungkapnya.
Tingginya harga pedet menunjukkan bahwa siklus usaha peternakan tidak berhenti setelah Idul Adha usai. Banyak peternak justru memanfaatkan momentum pasca-Lebaran Kurban untuk mulai menyiapkan ternak sejak dini. Dengan masa pemeliharaan yang masih panjang, mereka berharap pedet yang dibeli saat ini dapat tumbuh optimal dan memiliki nilai jual tinggi pada musim kurban tahun depan. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin