RADARBANYUWANGI.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan Space by KAI, platform digital yang memudahkan pelaku usaha, investor, dan calon mitra bisnis mengakses berbagai peluang usaha di lingkungan perkeretaapian nasional.
Melalui platform tersebut, calon mitra dapat memperoleh informasi aset strategis KAI yang tersebar di berbagai daerah secara lebih mudah, transparan, dan terintegrasi. Kehadiran Space by KAI menjadi langkah baru perusahaan dalam membuka akses kerja sama bisnis sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset bernilai ekonomi tinggi.
Peluncuran platform ini menjadi penting karena KAI saat ini mengelola aset tanah seluas 327,8 juta meter persegi serta lebih dari 330 stasiun yang setiap hari menjadi pusat aktivitas jutaan masyarakat. Besarnya aset dan tingginya mobilitas pelanggan menciptakan peluang bisnis yang dinilai sangat potensial bagi berbagai sektor usaha.
Aset Strategis KAI Tersebar di Berbagai Wilayah
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra, mengatakan Space by KAI hadir sebagai platform resmi yang menghubungkan aset strategis perusahaan dengan kebutuhan dunia usaha.
Menurut dia, platform tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk menciptakan proses kemitraan yang lebih terbuka, profesional, dan mudah diakses.
"Space by KAI kami hadirkan sebagai platform resmi yang menghubungkan aset strategis KAI dengan peluang bisnis secara lebih terbuka, profesional, dan mudah diakses. Kami ingin mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi aset yang tersebar di berbagai wilayah sehingga kolaborasi dapat dimulai melalui proses yang lebih jelas dan terarah," ujarnya, dikutip Antara.
KAI tercatat mengelola total aset tanah seluas 327,8 juta meter persegi yang terdiri atas 189,6 juta meter persegi di wilayah Daerah Operasi dan 138,2 juta meter persegi di wilayah Divisi Regional.
Selain itu, perusahaan juga mengelola 3.881 bangunan dinas dan 16.463 rumah perusahaan yang menjadi bagian dari portofolio aset strategis. Aset tersebut mencakup area komersial stasiun, Right of Way (ROW), aset non-ROW, ruang iklan, sarana dan fasilitas pendukung, hingga kawasan wisata dan museum.
Peluang Bisnis dari Stasiun hingga Kawasan Transit
Space by KAI dirancang sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha yang ingin menjajaki berbagai peluang bisnis dalam ekosistem KAI.
Platform ini menyediakan informasi aset yang lebih mudah dipahami, fitur pencarian yang praktis, serta jalur komunikasi langsung dengan tim penjualan KAI sehingga proses penjajakan kerja sama dapat dilakukan lebih cepat.
Executive Vice President of Sales KAI, Zuhril Alim, menjelaskan peluang yang tersedia mencakup berbagai sektor usaha.
Mulai dari retail, food and beverage (F&B), advertising, activation, pengembangan kawasan, hingga berbagai bentuk kemitraan jangka panjang kini dapat dijajaki melalui satu platform terintegrasi.
Selain area komersial stasiun, KAI juga menawarkan peluang pemanfaatan aset Right of Way (ROW), advertising, naming rights stasiun, pengembangan kawasan berbasis transit, pemanfaatan aset non-ROW, serta berbagai proyek pengembangan kawasan yang terhubung dengan jaringan transportasi kereta api.
"Melalui Space by KAI, pelaku usaha dapat lebih mudah mengidentifikasi aset yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Mulai dari retail, F&B, advertising, activation, pengembangan kawasan, hingga berbagai bentuk kemitraan jangka panjang kini dapat dijajaki melalui satu platform yang terintegrasi," kata Alim.
Bagi pelaku UMKM maupun perusahaan besar, kehadiran platform ini membuka kesempatan untuk menemukan lokasi usaha yang memiliki tingkat kunjungan tinggi. Sementara bagi investor, Space by KAI dapat menjadi pintu awal untuk menjajaki pengembangan kawasan berbasis transit yang terus berkembang di berbagai kota.
Lebih dari 128 Juta Pelanggan dalam Tiga Bulan
Potensi bisnis dalam ekosistem KAI didukung oleh tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi berbasis rel setiap hari.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Jumlah tersebut meningkat 9,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 116.451.006 pelanggan. Rata-rata lebih dari 1,4 juta pelanggan beraktivitas setiap hari dalam ekosistem transportasi KAI Group.
"KAI Group melayani lebih dari 128 juta pelanggan hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan besarnya aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap hari di dalam ekosistem perkeretaapian. Mobilitas tersebut menciptakan ruang interaksi yang sangat besar bagi berbagai aktivitas bisnis dan kolaborasi," ujar Anne.
Data KAI menunjukkan layanan Commuter Line menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dengan 101,38 juta pelanggan selama triwulan pertama 2026. Sementara KA Jarak Jauh dan Lokal melayani 14,51 juta pelanggan, LRT Jabodebek 7,75 juta pelanggan, KAI Bandara 1,75 juta pelanggan, LRT Sumsel 1,08 juta pelanggan, Whoosh 1,4 juta pelanggan, KA Makassar–Parepare 75.421 pelanggan, dan KAI Wisata 78.134 pelanggan.
Menurut Anne, tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa stasiun dan kawasan transit KAI berada di lokasi yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari, baik untuk bekerja, belajar, berwisata, maupun perjalanan bisnis.
Peluang untuk Daerah, Termasuk Banyuwangi
Besarnya jaringan KAI yang mencakup lebih dari 330 stasiun di Pulau Jawa dan Sumatra juga membuka peluang pengembangan usaha di berbagai daerah.
Bagi pelaku usaha di Banyuwangi dan wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, kehadiran Space by KAI berpotensi menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang pemanfaatan area komersial stasiun, ruang promosi, aktivitas branding, hingga kerja sama pengembangan kawasan yang terhubung dengan layanan transportasi kereta api.
Jaringan stasiun yang berada di pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan pendidikan, permukiman, pusat bisnis, hingga destinasi wisata dinilai memiliki nilai strategis untuk mendukung ekspansi usaha dan memperluas jangkauan pasar.
Akan Dikembangkan hingga Fitur Bidding Aset
Saat ini KAI telah bekerja sama dengan lebih dari 99 mitra dari berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, ritel, teknologi, energi, properti, hingga industri makanan dan minuman.
Ke depan, Space by KAI akan terus dikembangkan mengikuti roadmap transformasi aset perusahaan. Setelah tahap awal yang berfokus pada e-catalogue aset potensial, geolocation, pembaruan status komersial, dan direct contact dengan tim sales, pengembangan berikutnya akan mencakup dashboard mitra B2B, klasifikasi aset berbasis kebutuhan bisnis, bidding aset potensial, hingga fitur simulasi bisnis dan kemitraan.
"Kami berharap platform ini dapat memperluas kolaborasi dan membuka ruang pertumbuhan bersama di berbagai wilayah Indonesia," pungkas Anne.
Dengan dukungan aset yang luas, jaringan stasiun yang tersebar di pusat aktivitas masyarakat, serta trafik lebih dari 128 juta pelanggan hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini, Space by KAI diproyeksikan menjadi etalase digital baru yang mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi aset strategis perkeretaapian nasional.
Editor : Lugas Rumpakaadi