RADARBANYUWANGI.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026 mulai menunjukkan dampaknya di pasar tradisional. Sejumlah komoditas pangan strategis mengalami lonjakan harga hanya dalam waktu sehari, dengan bawang merah menjadi komoditas yang mencatat kenaikan paling tinggi hingga menembus dua digit.
Data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga berbagai kebutuhan pokok bergerak naik secara bersamaan pada Kamis (11/6/2026). Kondisi ini memicu kekhawatiran baru di tengah masyarakat yang sebelumnya sudah menghadapi kenaikan biaya transportasi akibat melonjaknya harga BBM non-subsidi.
Kenaikan harga tersebut terjadi ketika distribusi barang dan biaya logistik mulai menyesuaikan tarif baru bahan bakar, terutama untuk kendaraan yang menggunakan Pertamax dan Pertamax Green 95.
Bawang Merah Jadi Pemimpin Kenaikan
Komoditas yang paling mencuri perhatian adalah bawang merah ukuran sedang.
Hingga pukul 10.40 WIB, harga bawang merah tercatat mencapai Rp57.650 per kilogram atau naik 10,33 persen dibandingkan hari sebelumnya. Dalam sehari, harga komoditas dapur tersebut melonjak Rp5.400 per kilogram.
Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan harian terbesar yang terjadi di pasar pangan nasional dalam beberapa bulan terakhir.
Tak jauh berbeda, bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan signifikan. Harganya naik 9,74 persen menjadi Rp42.250 per kilogram atau bertambah Rp3.750 per kilogram.
Bawang merah dan bawang putih merupakan komoditas yang sangat bergantung pada distribusi antardaerah sehingga perubahan biaya logistik sering kali langsung tercermin pada harga pasar.
Beras Ikut Bergerak Naik
Tekanan harga juga mulai terlihat pada kelompok beras yang menjadi konsumsi utama masyarakat Indonesia.
Beras kualitas bawah I mengalami kenaikan paling tinggi di kelompok ini, yakni 5,14 persen menjadi Rp15.350 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas bawah II naik 2,42 persen menjadi Rp14.800 per kilogram.
Beras kualitas medium I tercatat naik 1,23 persen menjadi Rp16.400 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II relatif stabil di level Rp16.050 per kilogram.
Untuk kategori premium, beras kualitas super I dan super II masing-masing naik menjadi Rp17.550 per kilogram dan Rp17.050 per kilogram.
Kenaikan serentak di hampir seluruh kategori beras menjadi sinyal bahwa tekanan harga mulai merata pada kebutuhan pokok utama masyarakat.
Cabai Kian Pedas, Harga Tembus Rp78 Ribu
Selain bawang dan beras, komoditas cabai juga mengalami kenaikan yang cukup tajam.
Harga cabai rawit hijau melonjak 6,14 persen menjadi Rp59.600 per kilogram.
Sementara cabai rawit merah naik 5,65 persen menjadi Rp78.600 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas pangan termahal di pasar saat ini.
Adapun cabai merah besar naik tipis menjadi Rp63.850 per kilogram.
Menariknya, tidak semua jenis cabai mengalami kenaikan. Cabai merah keriting justru turun 1,14 persen ke level Rp60.450 per kilogram.
Ada Komoditas yang Justru Turun
Di tengah tren kenaikan harga pangan, sejumlah komoditas justru mengalami koreksi.
Daging ayam ras segar turun cukup tajam sebesar 7,7 persen menjadi Rp35.350 per kilogram.
Telur ayam ras segar juga turun tipis 0,99 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.
Penurunan ini sedikit membantu menahan tekanan pengeluaran rumah tangga, meski belum mampu mengimbangi kenaikan pada kelompok bumbu dapur dan beras.
Minyak Goreng dan Gula Ikut Bergerak
Kelompok kebutuhan lainnya juga menunjukkan tren kenaikan.
Harga gula pasir premium naik 1,48 persen menjadi Rp20.550 per kilogram.
Sedangkan gula pasir lokal meningkat 0,52 persen menjadi Rp19.250 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, pergerakan harga cenderung bervariasi.
Minyak goreng curah turun tipis menjadi Rp20.650 per kilogram. Namun minyak goreng kemasan bermerek I naik menjadi Rp24.350 per kilogram dan kemasan bermerek II menjadi Rp23.600 per kilogram.
Dampak Kenaikan Pertamax Mulai Terlihat
Kenaikan harga pangan ini terjadi setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah BBM non-subsidi mulai 10 Juni 2026.
Harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950 per liter.
Sementara Pertamax Green 95 mengalami kenaikan lebih tinggi, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Lonjakan harga energi tersebut berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang, terutama komoditas pangan yang harus dikirim dari sentra produksi ke pasar-pasar konsumsi.
Jika tren kenaikan harga pangan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, tekanan terhadap daya beli masyarakat dan inflasi pangan diperkirakan akan menjadi salah satu tantangan utama perekonomian nasional pada pertengahan 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin