RADARBANYUWANGI.ID – Upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendukung transisi energi bersih nasional terus diperkuat. Hingga Juni 2026, perusahaan telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas operasional dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kWp.
Pengembangan energi surya tersebut menjadi salah satu langkah strategis KAI dalam menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi di sektor transportasi. Dengan kapasitas yang telah terpasang saat ini, PLTS milik KAI berpotensi menghasilkan sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik bersih per tahun.
Produksi energi tersebut diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon antara 5.100 hingga 5.800 ton CO₂ per tahun. Pengurangan emisi itu berasal dari berkurangnya ketergantungan terhadap listrik yang dihasilkan pembangkit berbasis energi fosil.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, langkah KAI dinilai menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan energi baru terbarukan yang semakin dibutuhkan untuk mendukung pembangunan rendah karbon.
113 Unit PLTS Tersebar di 92 Lokasi
Sejak memulai program pemanfaatan energi surya pada 2022, KAI terus memperluas pemasangan PLTS di berbagai aset perusahaan. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 113 unit PLTS telah beroperasi di 92 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Instalasi tersebut mencakup 62 stasiun, 10 balai yasa, 6 griya karya, 3 depo, 1 kantor, dan 1 gedung record center yang menjadi bagian dari fasilitas pendukung operasional perusahaan.
Pemanfaatan energi surya di lingkungan perkeretaapian menunjukkan bahwa transformasi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan tidak hanya dilakukan melalui layanan transportasi massal, tetapi juga melalui pengelolaan energi yang lebih efisien.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan PLTS dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional dan potensi energi surya di setiap lokasi.
“Pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam operasional perusahaan. Program ini terus kami kembangkan secara bertahap seiring komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi,” ujarnya, dikutip Antara.
Produksi Listrik Bersih Capai Jutaan kWh
Berdasarkan berbagai kajian teknis pemanfaatan PLTS di Indonesia, setiap 1 kWp sistem PLTS dapat menghasilkan sekitar 1.300 hingga 1.500 kWh listrik per tahun, tergantung tingkat penyinaran matahari dan kondisi lokasi pemasangan.
Dengan kapasitas terpasang sebesar 4.430,65 kWp, sistem PLTS yang dimiliki KAI diproyeksikan mampu menghasilkan listrik bersih antara 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh setiap tahun.
Jumlah tersebut cukup untuk menunjukkan besarnya kontribusi energi surya dalam mendukung kebutuhan operasional perusahaan sekaligus mengurangi penggunaan energi yang berasal dari sumber konvensional berbasis bahan bakar fosil.
Selain memberikan manfaat ekonomi melalui efisiensi energi, pemanfaatan listrik tenaga surya juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca.
Berpotensi Kurangi Emisi Hingga 5.800 Ton CO₂
Perhitungan pengurangan emisi mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 163.K/HK.02/MEM.S/2021 tentang Penetapan Faktor Emisi Gas Rumah Kaca Sistem Ketenagalistrikan.
Dalam regulasi tersebut, faktor emisi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada pada kisaran 0,84–0,87 ton CO₂ per MWh.
Berdasarkan estimasi produksi listrik tahunan dari seluruh PLTS yang telah terpasang, KAI berpotensi mengurangi emisi karbon sekitar 5.100 hingga 5.800 ton CO₂ per tahun. Setiap energi listrik yang dihasilkan panel surya menggantikan sebagian kebutuhan listrik dari pembangkit berbasis fosil sehingga berkontribusi langsung terhadap penurunan emisi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan yang dapat diukur secara nyata.
Perkuat Komitmen ESG dan Transportasi Berkelanjutan
Pengembangan PLTS juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan KAI. Pemanfaatan energi surya dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi, memperkuat ketahanan energi fasilitas operasional, serta memperluas penggunaan sumber energi terbarukan di lingkungan perusahaan.
Saat ini panel surya telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di berbagai stasiun, balai yasa, depo, dan fasilitas operasional lainnya. Kehadiran teknologi tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan publik dan kepedulian terhadap lingkungan.
Langkah KAI berlangsung di tengah semakin kuatnya dorongan penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia. Pemerintah terus mendorong peningkatan pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan dan upaya menekan emisi karbon nasional.
Anne menegaskan, transformasi menuju transportasi berkelanjutan membutuhkan komitmen yang dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang.
“Transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan langkah yang konsisten. KAI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.
Fakta Cepat KAI dan PLTS
- 113 unit PLTS telah beroperasi
- Tersebar di 92 lokasi
- Kapasitas terpasang 4.430,65 kWp
- Potensi produksi listrik 5,8–6,6 juta kWh per tahun
- Potensi pengurangan emisi 5.100–5.800 ton CO₂ per tahun
- Pengembangan dimulai sejak 2022
- Mendukung implementasi ESG dan transisi energi bersih nasional