Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Duo Bawang Mengamuk, Belanja Dapur Warga Banyuwangi Kian Berat

Sigit Hariyadi • Senin, 8 Juni 2026 | 04:00 WIB
KEBUTUHAN DAPUR: Kiyama menjajakan aneka bumbu masakan di Pasar Banyuwangi, Minggu (7/6). (Sigit Hariyadi/Radar Banyuwangi)
KEBUTUHAN DAPUR: Kiyama menjajakan aneka bumbu masakan di Pasar Banyuwangi, Minggu (7/6). (Sigit Hariyadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Ketika harga cabai mulai bersahabat dan tak lagi membuat warga deg-degan saat berbelanja, kejutan justru datang dari komoditas lain yang tak kalah penting di dapur. Dalam beberapa hari terakhir, harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Banyuwangi melonjak tajam hingga membuat pengeluaran rumah tangga kembali membengkak.

Kenaikan harga terjadi nyaris bersamaan pada dua bumbu pokok tersebut. Bawang merah yang sebelumnya dijual sekitar Rp 40 ribu per kilogram kini merangkak naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Sementara bawang putih mengalami lonjakan lebih drastis, dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Lonjakan harga itu terjadi dalam waktu singkat, yakni sekitar tiga hingga empat hari terakhir. Kondisi tersebut membuat pedagang maupun konsumen sama-sama terkejut karena kenaikannya berlangsung cukup cepat.

Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Banyuwangi, Kiyama, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga kedua komoditas tersebut. Namun, menurutnya, kenaikan sudah terjadi sejak tingkat pengepul.

“Saya kurang tahu apa penyebabnya. Yang jelas, harga beli dari pengepul naik drastis,” ujarnya kemarin (7/6).

Kenaikan harga bawang menambah daftar bahan dapur yang sempat mengalami gejolak dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, harga ranti juga mengalami kenaikan dari Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda turun.

Meski demikian, di tengah kenaikan sejumlah bumbu dapur, ada sedikit kabar baik bagi masyarakat. Harga cabai rawit dan cabai merah yang selama ini dikenal sebagai pemicu inflasi rumah tangga justru relatif stabil.

Saat ini cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp 60 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah dijual sekitar Rp 45 ribu per kilogram. Stabilnya harga cabai sedikit membantu konsumen mengimbangi lonjakan pengeluaran akibat mahalnya harga bawang.

Bagi masyarakat, bawang merah dan bawang putih merupakan kebutuhan yang hampir selalu digunakan dalam setiap masakan. Karena itu, kenaikan harga keduanya langsung terasa pada anggaran belanja harian maupun mingguan keluarga.

Ana, salah satu konsumen di Pasar Banyuwangi, mengaku kini harus mengeluarkan biaya lebih besar hanya untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur.

“Apa-apa mahal sekarang. Belanja bumbu untuk kebutuhan mingguan saja keluar uang hampir Rp 100 ribu. Semoga segera turun,” harapnya.

Keluhan serupa juga mulai terdengar dari sejumlah pembeli lain yang berharap harga kebutuhan pokok segera kembali normal. Pasalnya, kenaikan harga bawang terjadi di tengah tekanan biaya hidup yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Bagi ibu rumah tangga, lonjakan harga bawang bukan sekadar angka di pasar. Sebab, hampir setiap menu masakan membutuhkan dua komoditas tersebut. Ketika harga bawang meroket, dampaknya langsung terasa pada pengeluaran dapur yang semakin sulit dikendalikan.

Kini masyarakat berharap pasokan kembali stabil agar harga bawang merah dan bawang putih segera turun. Dengan begitu, beban belanja rumah tangga yang kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir dapat sedikit berkurang. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#harga bawang Banyuwangi #bawang merah naik #bawang putih mahal #harga bumbu dapur #pasar banyuwangi