RADARBANYUWANGI.ID - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai dirasakan sejumlah sektor usaha, termasuk transportasi perkeretaapian. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengakui tekanan kurs turut memengaruhi biaya operasional perusahaan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan impor dan bahan bakar.
Mengutip DetikFinance, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan sejumlah komponen pendukung operasional kereta api masih didatangkan dari luar negeri. Karena transaksi pembeliannya menggunakan dolar AS, pelemahan rupiah otomatis meningkatkan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan.
Selain pengadaan suku cadang, KAI juga menghadapi tantangan dari kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Menurut Bobby, tidak seluruh konsumsi solar yang digunakan perusahaan memperoleh subsidi pemerintah. Sebagian kebutuhan diesel masih mengacu pada harga pasar sehingga rentan terhadap perubahan harga energi global.
Meski demikian, Bobby menilai dampak kenaikan harga minyak terhadap kinerja operasional KAI masih relatif terbatas. Perusahaan sejauh ini masih mampu menjaga layanan dan menjalankan aktivitas operasional secara normal tanpa gangguan berarti.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (3/6). Ia menegaskan bahwa tekanan biaya yang muncul akibat pergerakan kurs dan harga energi belum sampai pada tahap yang mengharuskan perusahaan melakukan penyesuaian tarif.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan evaluasi harga tiket kereta api, Bobby memastikan KAI belum memiliki rencana untuk melakukan perubahan tarif. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pembahasan ataupun kebijakan yang mengarah pada kenaikan harga tiket bagi penumpang.
Sikap tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi kereta api sebagai sarana mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh. KAI memilih fokus menjaga stabilitas layanan di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi nilai tukar.
Sementara itu, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Berdasarkan data pasar valuta asing, nilai tukar dolar AS pada Rabu sore tercatat berada di level Rp17.960. Angka tersebut menunjukkan penguatan mata uang AS sebesar 120,50 poin atau sekitar 0,68 persen dibandingkan dengan posisi sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha yang memiliki ketergantungan terhadap impor harus meningkatkan kewaspadaan. Namun, untuk saat ini, KAI memastikan pelemahan rupiah belum berdampak pada tarif perjalanan kereta api yang dibayarkan masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi