Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jangkau Lebih dari 80 Persen Desa Indonesia, BRILink Agen Hadirkan Layanan Keuangan hingga Perbatasan Negeri

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:39 WIB
BRILink Agen di Sota, perbatasan RI–Papua Nugini, memudahkan akses layanan keuangan bagi warga. (Istimewa)
BRILink Agen di Sota, perbatasan RI–Papua Nugini, memudahkan akses layanan keuangan bagi warga. (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID - Akses layanan keuangan yang mudah dan terjangkau menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Kondisi tersebut dirasakan warga Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang berada di kawasan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Berjarak sekitar 100 kilometer dari pusat Kota Merauke, masyarakat Sota selama ini menghadapi tantangan dalam mengakses layanan perbankan. Selain waktu tempuh yang tidak singkat, biaya perjalanan menuju kota juga cukup besar sehingga layanan keuangan yang dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.

Menjawab kebutuhan tersebut, layanan BRILink Agen hadir sebagai perpanjangan tangan perbankan yang memberikan kemudahan transaksi bagi warga. Kehadirannya tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Salah satu Agen BRILink di Sota adalah John Al Bugis. Sebagai warga setempat sekaligus nasabah pinjaman BRI, John melihat langsung kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Berangkat dari pengalaman tersebut, ia memutuskan menjadi Agen BRILink pada 2021.

“Saya membuka BRILink karena tinggal di wilayah perbatasan. Masyarakat di sini sangat membutuhkan layanan keuangan karena jarak ke Kota Merauke sekitar 100 kilometer,” ujarnya.

Selama menjalankan usaha tersebut, John menyaksikan manfaat yang dirasakan masyarakat. Melalui layanan BRILink Agen, warga kini dapat melakukan berbagai transaksi dasar seperti setor tunai, tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa harus bepergian jauh ke pusat kota.

Kemudahan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari warga umum, pelaku usaha lokal, pekerja sektor layanan, hingga petugas yang bertugas di kawasan perbatasan. Keberadaan layanan keuangan yang lebih dekat membantu memperlancar aktivitas ekonomi sekaligus menghemat biaya dan waktu masyarakat.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi warga, usaha yang dijalankan John juga berkembang berkat pendampingan dan edukasi yang diberikan oleh petugas BRILink. Dukungan tersebut membantunya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi lokal.

Dalam menjalankan usahanya, John berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan transaksi berjalan lancar serta biaya layanan tetap terjangkau.

“Cara saya agar masyarakat bisa mengandalkan BRILink Agen adalah dengan meyakinkan mereka bahwa BRI telah dipercaya masyarakat selama ini. Selain itu, saya juga menjaga biaya layanan agar tetap bersaing,” katanya.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, mengatakan bahwa keberadaan BRILink Agen menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan perbatasan Indonesia.

Menurutnya, BRILink Agen tidak hanya mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari, tetapi juga berperan menjaga roda perekonomian lokal agar tetap bergerak.

“BRI terus berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia, termasuk kawasan perbatasan seperti Sota. BRI akan terus memperkuat ekosistem Agen BRILink melalui pendampingan dan edukasi agar para agen dapat terus memberikan layanan yang optimal sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Secara nasional, jaringan BRILink Agen terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink tercatat telah melampaui 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau menjangkau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia.

Jangkauan tersebut semakin memperkuat posisi BRILink Agen sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan yang mampu menghadirkan akses perbankan hingga ke pelosok dan wilayah perbatasan.

Pada Triwulan I 2026, BRILink Agen membukukan volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Sementara itu, kontribusinya terhadap fee based income (FBI) BRI tercatat sebesar Rp459 miliar. Capaian tersebut menegaskan peran BRILink Agen sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi keuangan sekaligus mendukung pemerataan layanan keuangan nasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#inklusi keuangan #bri #BRILink Agen #3t #bbri