RADARBANYUWANGI.ID - Semangat kemandirian perempuan kembali menunjukkan perannya dalam memperkuat ekonomi keluarga. Hal itu tercermin dari perjalanan Evanti Herawati, seorang ibu rumah tangga yang berhasil mengembangkan usaha rumahan hingga menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat melalui BRILink Agen.
Perjalanan tersebut bermula saat pandemi COVID-19 melanda dan berdampak pada penurunan penghasilan keluarga. Kondisi tersebut mendorong Evanti untuk mencari cara agar tetap produktif sekaligus membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Berbekal keterampilan memasak yang diperoleh dari ibunya, Evanti mulai merintis usaha sederhana dari rumah. Ia menjual berbagai makanan rumahan dan jajanan anak yang dipasarkan kepada lingkungan sekitar.
Seiring bertambahnya pelanggan dan meningkatnya permintaan, Evanti menyadari perlunya tambahan modal untuk memperluas skala usahanya. Dalam proses itulah, ia mengenal program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), yang memberikan akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.
Melalui dukungan pembiayaan tersebut, Evanti memperoleh modal awal yang digunakan untuk mengembangkan usahanya secara bertahap. Menurutnya, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting yang membantunya membangun usaha hingga lebih stabil.
“Alhamdulillah BRI Group melalui PNM mempercayai saya dengan diberikannya pinjaman modal. Ini sangat membantu saya dalam memulai dan mengembangkan usaha. Saat ini, saya jadi lebih percaya diri menjalankan usaha. Alhamdulillah, hasilnya sekarang sudah bisa membantu kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, dan membayar angsuran,” ujar Evanti.
Tak hanya memperoleh akses pembiayaan, Evanti juga mendapatkan pendampingan usaha melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan PNM. Melalui pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dan pembinaan nasabah, ia mulai memahami pengelolaan usaha yang lebih terstruktur sekaligus melihat peluang pengembangan bisnis yang lebih luas.
Perkembangan usaha tersebut kemudian membuka kesempatan baru bagi Evanti. Ia menjadi salah satu nasabah penerima fasilitas mesin MPOS (Mobile Point of Sales) dari BRI yang dimanfaatkan untuk membuka layanan BRILink Agen.
Kehadiran layanan tersebut memberikan manfaat ganda. Selain menjadi sumber pendapatan tambahan, layanan BRILink Agen juga memudahkan masyarakat sekitar dalam mengakses berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh ke kantor layanan perbankan.
“Sekarang usaha saya bukan hanya jualan makanan saja. Ketika saya diberikan mesin MPOS, saya juga bisa membuka layanan BRILink Agen untuk warga sekitar. Banyak yang merasa terbantu karena bisa tarik tunai, transfer, ataupun berbagai pembayaran lainnya. Dari sana, saya mendapat tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan keluarga,” katanya.
Saat ini, Evanti juga memanfaatkan berbagai layanan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro. Selain menggunakan rekening UMi Mekaar untuk mendukung aktivitas usaha, ia memperoleh perlindungan melalui BRI Insurance dan BRILife yang didapat saat pencairan pembiayaan Mekaar. Bahkan, Evanti kini turut menjadi Agen Pegadaian untuk memperluas layanan yang dapat diakses masyarakat di sekitarnya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Evanti menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dalam Holding Ultra Mikro mampu mendorong pelaku usaha ultra mikro berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa akses pembiayaan, tetapi juga mencakup pendampingan usaha, kemudahan transaksi, hingga perlindungan keuangan yang terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun ketahanan finansial sekaligus menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
“BRI melalui Holding Ultra Mikro tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi agar pelaku usaha dapat tumbuh dan naik kelas. Pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi