Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bapanas Perpanjang Bansos Pangan hingga Juni 2026, Bulog Diperintahkan Guyur 132,9 Ribu KL Minyakita ke Pasar

Ali Sodiqin • Selasa, 26 Mei 2026 | 22:00 WIB
TETAP LARIS: Pemilik toko perancangan di kawasan pasar Kecamatan Sempu menunjukkan produk Minyakita kemasan 1 liter, Rabu (12/3).
ILUSTRASI: Bapanas dan Bulog perpanjang bansos pangan hingga Juni 2026. Sebanyak 132,9 ribu KL Minyakita diguyur demi tekan harga pasar.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah resmi memperpanjang penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan hingga Juni 2026 sebagai langkah darurat meredam gejolak harga minyak goreng dan menjaga daya beli masyarakat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog kini dikebut untuk menggelontorkan 132,9 ribu kiloliter Minyakita ke pasar dan jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).

Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian setelah realisasi distribusi bantuan pangan dinilai masih rendah, yakni baru menyentuh sekitar 34 persen hingga Mei 2026.

Pemerintah melihat percepatan distribusi Minyakita menjadi instrumen strategis untuk menahan laju kenaikan harga pangan pokok sekaligus memperluas akses minyak goreng murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan percepatan distribusi bansos pangan menjadi prioritas utama agar pasokan minyak goreng rakyat semakin deras di pasar domestik.

“Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34 persen,” ujar Ketut dalam keterangannya.

“Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang diperpanjang sampai Juni,” sambungnya.

Pemerintah Kejar Distribusi Minyakita untuk Tekan Harga

Bapanas optimistis percepatan distribusi bantuan pangan mampu menjadi bantalan utama pengendalian harga pangan nasional, terutama komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng.

Ketut menjelaskan, volume Minyakita yang akan didistribusikan melalui program bantuan pangan mencapai 132,9 ribu kiloliter. Jumlah tersebut dinilai cukup besar untuk memengaruhi keseimbangan pasokan di pasar tradisional.

“Kami minta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan di posisi Mei sampai Juni. Kalau bisa dikeluarkan serentak, tentu akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng,” katanya.

Menurut dia, derasnya distribusi Minyakita ke masyarakat akan memberi dampak langsung terhadap penurunan tekanan harga di pasar.

“Kalau bisa serentak dikeluarkan Mei sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita,” tegas Ketut.

Harga Minyakita Masih di Atas HET

Meski tren harga minyak goreng nasional mulai melandai, pemerintah mengakui harga Minyakita di sejumlah daerah masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga pekan kedua Mei menunjukkan harga Minyakita memang mengalami penurunan mingguan. Namun, rata-rata harga di pasar masih sedikit lebih tinggi dibanding HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.

Kondisi itu membuat pemerintah memilih memperpanjang program bantuan pangan sekaligus memperbesar intervensi distribusi minyak goreng rakyat.

Realisasi Baru 46,2 Ribu KL, Pemerintah Kejar Sisa Kuota

Bapanas mencatat hingga 20 Mei 2026 realisasi distribusi Minyakita baru mencapai 46,2 ribu kiloliter kepada sekitar 11,5 juta keluarga penerima manfaat.

Artinya, pemerintah masih harus mengejar sisa pagu distribusi sebesar 86,8 ribu kiloliter sebelum pertengahan tahun ini.

Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk menjaga konsumsi rumah tangga masyarakat menengah bawah di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga pangan.

“Dengan adanya bantuan pangan, sebagian besar masyarakat kita sudah tidak akan membeli minyak goreng, karena bantuannya 4 liter untuk setiap KPM,” tutur Ketut.

“Jadi ini benar-benar sangat penting sekali,” tambahnya.

Stok Cadangan Pangan Pemerintah Dipastikan Aman

Di tengah percepatan distribusi bantuan pangan, pemerintah memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk minyak goreng masih dalam kondisi aman.

Bulog saat ini menguasai stok sekitar 89 ribu kiloliter minyak goreng, sedangkan ID FOOD memiliki cadangan sekitar 700 kiloliter.

Stok tersebut akan digunakan untuk menopang kebutuhan distribusi bansos sekaligus operasi pasar guna menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

Jakarta dan Banten Jadi Prioritas Distribusi

Sebagai tahap awal, Bapanas memprioritaskan distribusi Minyakita di wilayah DKI Jakarta dan Banten yang dinilai memiliki tingkat konsumsi tinggi serta menjadi barometer harga nasional.

Pemerintah juga memastikan pasokan Domestic Market Obligation (DMO) dari 10 produsen besar minyak sawit akan difokuskan ke gudang Bulog.

“Kami selesaikan dulu wilayah Jakarta dan Banten. Kami sudah pastikan 10 pelaku usaha yang akan mendistribusikan DMO-nya di DKI sampai Banten akan didorong ke Bulog,” ujar Ketut.

Menurut dia, distribusi tersebut akan diawasi bersama Kementerian Perdagangan agar pasokan benar-benar masuk ke pasar rakyat dan tidak mengalami penyimpangan distribusi.

Minyakita Bukan Subsidi APBN

Pemerintah kembali menegaskan bahwa Minyakita bukan program subsidi yang dibiayai APBN.

Program minyak goreng rakyat tersebut merupakan bagian dari kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) bagi produsen minyak sawit yang ingin memperoleh izin ekspor.

Melalui skema tersebut, produsen wajib memenuhi kebutuhan pasar domestik terlebih dahulu sebelum menyalurkan ekspor ke luar negeri.

Karena itu, pemerintah berharap pasokan Minyakita tetap terjaga meski permintaan domestik terus meningkat.

Kemendag Minta Dua Program Berjalan Seimbang

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Nawandaru Dwi Putra, meminta agar program bantuan pangan dan distribusi pasar berjalan seimbang agar tidak memicu gangguan pasokan.

Menurut dia, dua program tersebut merupakan strategi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng nasional.

“Ada dua program. Satu bantuan pangan menggunakan Minyakita dan juga pengisian pasar,” ujar Nawandaru dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi.

Ia mengingatkan agar distribusi pasokan tidak hanya difokuskan pada satu jalur saja.

“Dua-duanya harus berjalan karena ini adalah program strategis pemerintah juga untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bansos pangan 2026 #bulog #harga minyak goreng #Bapanas #MinyaKita