Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Idul Adha 2026, Pasar Hewan Glenmore Banyuwangi Diserbu Pembeli, Dispertan Perketat Pemeriksaan PMK

Salis Ali Muhyidin • Senin, 25 Mei 2026 | 11:00 WIB
ANTE MORTEM: Petugas Puskeswan Kalibaru mengecek kondisi mata dan mulut sapi simental berukuran jumbo di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Jumat (22/5). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
ANTE MORTEM: Petugas Puskeswan Kalibaru mengecek kondisi mata dan mulut sapi simental berukuran jumbo di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Jumat (22/5). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Glenmore, Banyuwangi, mulai menggeliat tajam menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Lonjakan jumlah sapi dan kambing yang masuk ke salah satu pasar hewan terbesar di Banyuwangi itu memicu pengawasan ekstra ketat dari petugas kesehatan hewan guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular ternak, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sejak pagi kemarin (22/5), petugas Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi turun langsung melakukan pemeriksaan antemortem massal terhadap hewan-hewan yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Glenmore.

Pemeriksaan dilakukan secara detail terhadap setiap sapi dan kambing untuk memastikan hewan kurban yang nantinya dibeli masyarakat benar-benar memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Suasana pasar tampak jauh lebih sibuk dibanding hari biasa. Ratusan peternak, pedagang, hingga calon pembeli memadati area pasar yang dipenuhi deretan sapi dan kambing siap kurban.

Di tengah ramainya transaksi, petugas kesehatan hewan terlihat menyisir satu per satu kandang dadakan milik pedagang untuk memeriksa kondisi fisik ternak secara langsung.

Staf Bidang Kesehatan Hewan Dispertan Banyuwangi di Puskeswan Kalibaru Tri Wahyudi mengatakan, pemeriksaan antemortem dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah hewan berpenyakit masuk ke masyarakat.

“Kami menyisir setiap sudut pasar untuk memastikan tidak ada ternak berpenyakit yang lolos ke tangan konsumen,” ujarnya.

Menurut Tri, pemeriksaan difokuskan pada sejumlah indikator klinis kesehatan luar hewan yang berpotensi menunjukkan gejala penyakit menular.

Petugas memeriksa bagian mulut untuk memastikan tidak ada lesi, luka, maupun hipersalivasi atau air liur berlebih yang menjadi gejala khas PMK.

Selain itu, pemeriksaan gigi juga dilakukan untuk memastikan usia hewan sudah memenuhi syarat sah kurban atau telah poel (pergantian gigi).

“Pemeriksaan gigi juga dilakukan untuk memastikan usia hewan telah memenuhi syarat sah kurban,” terangnya.

Tidak hanya itu, bagian kuku ternak juga menjadi perhatian utama petugas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka, infeksi, maupun pembusukan yang berpotensi menyebabkan hewan pincang.

Sementara pada bagian mata, petugas memastikan kondisi mata hewan tampak jernih dan tidak mengalami belekan.

“Mata yang merah atau keruh bisa menjadi indikasi awal hewan sedang mengalami demam, stres tinggi, hingga tanda-tanda cacingan,” jelasnya.

Langkah pemeriksaan massal di Pasar Hewan Glenmore tersebut menjadi filter awal sebelum hewan kurban dibeli masyarakat dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Banyuwangi maupun luar daerah.

Dispertan Banyuwangi sengaja mengintensifkan pemeriksaan ke pasar-pasar hewan menjelang Idul Adha karena mobilitas ternak meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Selain untuk menjaga kesehatan hewan, pengawasan tersebut juga bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban.

“Pemeriksaan ini merupakan langkah proteksi dini agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat dan layak,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas ternak yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Glenmore terpantau dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

“Secara umum kondisi hewan ternak yang dijual para pedagang terpantau relatif sehat dan layak kurban,” imbuhnya.

Lonjakan aktivitas di pasar hewan diperkirakan masih akan terus meningkat mendekati Hari Raya Idul Adha. Selain masyarakat umum, banyak pedagang dan pengepul dari luar daerah juga mulai berdatangan untuk berburu ternak siap sembelih.

Dispertan Banyuwangi memastikan pengawasan kesehatan hewan akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah pasar hewan dan titik penjualan ternak lainnya guna mencegah potensi penyebaran penyakit menjelang musim kurban. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Idul Adha 2026 #hewan kurban Banyuwangi #pemeriksaan PMK #Pasar Hewan Glenmore #Dispertan Banyuwangi