RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, mulai menggeliat tajam. Lonjakan permintaan dari masyarakat membuat harga sapi kurban meroket signifikan dalam dua pekan terakhir. Bahkan, sapi kelas premium kini dibanderol hingga Rp 50 juta per ekor.
Sejak pagi kemarin, ratusan peternak, pedagang, hingga makelar hewan tampak memadati area pasar. Suasana transaksi berlangsung ramai dan dinamis. Para pembeli datang tidak hanya dari wilayah Banyuwangi, tetapi juga dari luar daerah seperti Jember hingga Lumajang untuk berburu sapi kurban berkualitas.
Pantauan di lokasi menunjukkan sapi jenis Limosin, Simmental, dan peranakan sapi lokal menjadi komoditas paling banyak diburu. Postur tubuh besar, kondisi fisik sehat, dan bobot yang ideal menjadi pertimbangan utama pembeli menjelang puncak musim kurban.
Lonjakan harga paling terasa pada sapi ukuran medium hingga jumbo. Jika sebelumnya sapi ukuran standar dijual di kisaran Rp 18 juta per ekor, kini harganya naik menjadi Rp 20 juta hingga Rp 22 juta. Sementara sapi premium berbobot di atas 500 kilogram kini mulai menyentuh harga fantastis.
Petugas Pasar Hewan Glenmore, Agung, membenarkan adanya kenaikan harga hewan kurban yang cukup signifikan menjelang Idul Adha tahun ini. Menurut dia, kenaikan harga merupakan fenomena rutin yang selalu terjadi setiap mendekati musim kurban.
“Kenaikannya sudah mulai terasa sejak pertengahan bulan ini. Rata-rata ada kenaikan sekitar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per ekor, tergantung bobot dan kualitas fisiknya,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitas pemantauan pasar.
Dia menjelaskan, harga sapi saat ini sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh, kesehatan, hingga jenis sapi yang ditawarkan. Untuk sapi kategori premium dengan ukuran jumbo, harga jualnya bahkan mampu menembus puluhan juta rupiah.
“Rata-rata di kisaran 20-an juta. Tapi tadi ada yang Rp 50 juta,” katanya.
Meski harga terus merangkak naik, minat pembeli disebut tidak mengalami penurunan berarti. Tingginya kebutuhan hewan kurban membuat transaksi di pasar tetap berjalan ramai hampir setiap hari pasaran.
Menurut Agung, daya beli masyarakat dan para pengepul masih cukup kuat. Bahkan sejumlah pedagang mengaku stok sapi berkualitas mulai cepat habis diburu pembeli dari berbagai daerah.
“Meskipun tidak terlalu banyak sapi, pekan terakhir ini cukup ramai,” tandasnya.
Kondisi tersebut turut membawa berkah bagi para peternak lokal. Momentum Idul Adha menjadi masa panen tahunan yang paling ditunggu karena harga jual sapi meningkat dibanding hari biasa. Banyak peternak sengaja menyiapkan ternaknya jauh-jauh hari untuk dijual saat musim kurban tiba.
Selain faktor tingginya permintaan, kenaikan harga sapi juga dipicu biaya perawatan ternak dan pakan yang ikut meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu membuat harga jual hewan kurban ikut terkerek di tingkat pasar.
Pasar Hewan Glenmore sendiri dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan hewan terbesar di wilayah selatan Banyuwangi. Menjelang Idul Adha, aktivitas pasar selalu meningkat drastis karena menjadi tujuan utama transaksi sapi kurban dari berbagai daerah di Tapal Kuda.
Dengan waktu Idul Adha yang semakin dekat, lonjakan harga sapi diperkirakan masih akan terus terjadi hingga puncak pembelian hewan kurban beberapa hari sebelum hari raya. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin