RADARBANYUWANGI.ID - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Aceh Singkil kembali mengalami penurunan drastis pada Kamis (21/5/2026). Harga sawit yang pekan lalu masih berada di angka Rp2.500 per kilogram, kini merosot hingga Rp1.850 per kilogram.
Penurunan harga tersebut terjadi setelah adanya pemberitahuan dari pabrik kelapa sawit (PKS) kepada sejumlah ramp di wilayah Kecamatan Singkil Utara. Kondisi itu membuat para petani tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menjual hasil panen mereka meski dengan harga rendah.
Pasalnya, sebagian besar buah sawit yang sudah dipanen dikhawatirkan terlalu matang apabila penjualan ditunda lebih lama. Situasi tersebut semakin menambah tekanan bagi petani sawit di daerah itu.
Salah satu pengepul sawit di Singkil Utara, Harianto Hutabarat, membenarkan bahwa harga TBS sawit saat ini mengalami penurunan signifikan.
“Untuk hari ini kami menginfokan kembali kepada pelanggan ramp UD Alwi Hutabarat bahwasanya harga sawit kembali merosot,” ujar Harianto Hutabarat kepada RRI, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, harga terbaru di ramp UD Alwi Hutabarat ditetapkan sebesar Rp1.900 per kilogram untuk sawit yang diantar langsung ke gudang. Sementara itu, harga sawit yang dijemput dari kebun petani berada di angka Rp1.850 per kilogram.
“Untuk harga lumayan turunnya sekitar Rp600 rupiah yang sebelumnya Rp2.500 per kilo menjadi Rp1.900 per kilogram apabila diantar ke gudang, dan Rp1.850 per kilogram apabila dijemput dari kebun,” tambahnya.
Harianto berharap para petani tetap menjaga kualitas TBS agar nilai jual sawit dapat membaik ketika harga kembali stabil. Ia juga berharap kondisi pasar sawit di Aceh Singkil dapat segera pulih sehingga memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani.
Menurutnya, stabilitas harga sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan perekonomian keluarga dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Editor : Lugas Rumpakaadi