Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisata Lombok Diuntungkan Kurs Dolar AS, NTB Siapkan Strategi Promosi Global dan Fam Trip 2026

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 14:41 WIB
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dinilai menjadi peluang bagi pariwisata NTB. (JawaPos.com)
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dinilai menjadi peluang bagi pariwisata NTB. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi sektor pariwisata nasional maupun daerah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri wisata justru melihat celah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Astindo NTB Sahlan M Saleh menegaskan, pihaknya tidak ingin hanya menjadi penonton yang memanfaatkan momentum pelemahan Rupiah tanpa strategi yang jelas. Menurut dia, promosi wisata tetap harus dijalankan secara agresif dan berkelanjutan.

“Melemahnya Rupiah juga menandakan ekonomi global sedang tidak stabil. Tetapi bagi kami di BPPD, ada atau tidaknya pelemahan ekonomi, promosi wisata tetap menjadi komitmen wajib,” ujar Sahlan, dikutip LombokPost.

Baca Juga: Rupiah Masuk Lima Mata Uang Terlemah Dunia, Pemerintah Didorong Perkuat Stabilitas Ekonomi Nasional

Dia menjelaskan, depresiasi Rupiah memang memberikan keuntungan tersendiri bagi wisata Indonesia di mata turis asing. Dengan nilai tukar yang lebih kuat, wisatawan mancanegara dapat menikmati masa tinggal lebih lama dengan anggaran yang sama.

“Dengan konversi nilai tukar saat ini otomatis bisa bertambah harinya, misalnya tiga menjadi empat hari atau bahkan lebih,” sambungnya.

Menurut Sahlan, kondisi tersebut menjadi modal strategis dalam menyusun paket pemasaran destinasi wisata NTB. Lombok dan sejumlah destinasi unggulan lain dinilai memiliki daya saing lebih tinggi karena biaya perjalanan menjadi relatif lebih murah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Analis Prediksi Mata Uang Garuda Masih Bergerak di Zona Merah Hari Ini

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa pelemahan Rupiah tidak boleh dianggap sebagai keuntungan mutlak. Sebab, kondisi tersebut juga mencerminkan adanya tekanan terhadap ekonomi global yang berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi dalam negeri.

Karena itu, pelaku industri pariwisata di NTB memilih tetap fokus memperkuat promosi dan memperluas jaringan pasar internasional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah mengikuti ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) pada 27–31 Mei 2026 di Bali.

Selain itu, Astindo NTB juga menyiapkan program Familiarization Trip (Fam Trip) pada 1–2 Juni 2026 dengan mengundang pelaku bisnis pariwisata dari berbagai negara untuk datang langsung ke Lombok.

“Kami mengundang para buyer dari seluruh dunia untuk melihat langsung potensi eksotis wisata Lombok. Mereka akan kami inapkan langsung di kawasan Senggigi dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai bagian dari pengenalan destinasi premium kami,” tandasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pariwisata NTB #pelemahan rupiah #Wisata Lombok #Wisman Indonesia #Mandalika dan Senggigi