Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Genjot Modernisasi Armada Kereta Api, Fokus Tingkatkan Kapasitas Penumpang dan Distribusi Barang Nasional

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:12 WIB
KAI memperkuat investasi sarana perkeretaapian. (Antara)
KAI memperkuat investasi sarana perkeretaapian. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat investasi sarana perkeretaapian guna meningkatkan kapasitas angkutan barang maupun layanan penumpang. Langkah tersebut dilakukan melalui pengadaan bertahap kereta, gerbong, lokomotif, hingga rangkaian Commuter Line untuk menjaga keandalan operasional di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan penguatan sarana menjadi kebutuhan strategis karena transportasi kereta api memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan industri, pusat logistik, pelabuhan, hingga berbagai simpul ekonomi nasional.

“Investasi sarana ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan, menjaga keandalan operasional, serta mendukung efisiensi angkutan barang dan penumpang. KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas dan logistik nasional ditopang oleh sarana yang semakin andal, modern, dan berkapasitas memadai,” ujar Anne, dikutip Antara.

Baca Juga: Manggarai Kian Strategis, Integrasi Antarmoda Didorong untuk Pangkas Waktu Perjalanan Warga Jabodetabek

Hingga kini, program pengadaan sarana KAI mencakup 436 unit kereta new generation, 902 unit gerbong, serta 52 unit lokomotif. Pengadaan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan layanan di berbagai wilayah operasional.

Selain itu, KAI juga menyiapkan pengadaan baru berupa 612 unit kereta produksi PT INKA (Persero), 1.125 unit gerbong produksi INKA, serta 54 unit lokomotif CC205 produksi Progress Rail. Khusus pengadaan gerbong datar, sebagian unit telah tiba di Simpang, Sumatera Selatan, sementara sisanya masih dalam tahap pengiriman, pengujian, dan produksi hingga target penyelesaian akhir 2026.

Pengadaan gerbong difokuskan untuk memperkuat angkutan logistik berbasis rel, terutama layanan peti kemas dan distribusi komoditas strategis. Dengan kapasitas angkut yang lebih besar, moda kereta api dinilai mampu menjadi pilihan distribusi yang lebih efisien dan terukur bagi sektor industri nasional.

Baca Juga: Dishub Banten Sebut 9 Perlintasan Kereta Liar Berbahaya, Penutupan Dilakukan Tahun Ini

Di sektor traksi, KAI kembali melanjutkan pengadaan 54 unit lokomotif CC205 dengan nilai investasi mencapai USD222,5 juta atau sekitar Rp3,56 triliun. Sebagian lokomotif tersebut telah tiba dan dipersiapkan secara bertahap guna memperkuat operasional angkutan barang nasional.

Anne menegaskan, peningkatan sarana juga menyasar layanan penumpang melalui pengadaan kereta new generation. Kehadiran armada baru itu ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan sekaligus memperkuat kapasitas layanan antarkota.

“KAI terus mendorong peningkatan kualitas layanan penumpang melalui sarana yang lebih nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Pengadaan kereta new generation menjadi bagian dari transformasi layanan yang terus kami jalankan,” kata Anne.

Untuk layanan Commuter Line, pengadaan sarana juga masih berlangsung. Sebelumnya, pengadaan KRL produksi INKA mencakup 16 trainset dan sebanyak tujuh trainset telah beroperasi melayani masyarakat di kawasan perkotaan.

KAI menilai investasi sarana memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kapasitas layanan, ketepatan operasional, efisiensi distribusi, hingga penguatan industri nasional. Keterlibatan INKA dalam pengadaan kereta dan gerbong juga dinilai mendukung pengembangan kapasitas manufaktur perkeretaapian dalam negeri.

“Mayoritas pengadaan sarana KAI melibatkan industri dalam negeri. Ini penting untuk memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional, membuka ruang peningkatan kompetensi manufaktur, serta memastikan kebutuhan sarana dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” ujar Anne.

Ke depan, investasi sarana akan terus diarahkan untuk memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan kapasitas logistik berbasis rel, dan menjaga kualitas layanan transportasi publik. Melalui penguatan tersebut, KAI berkomitmen menghadirkan layanan kereta api yang semakin andal, produktif, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi nasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#investasi kereta api #lokomotif CC205 #transportasi logistik nasional #KAI #pt inka