Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Api Jadi Andalan Distribusi Material Konstruksi, Angkutan Semen KAI Lampaui 752 Ribu Ton

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 21 Mei 2026 | 06:07 WIB
PT KAI mencatat angkutan semen dan klinker mencapai 752.852 ton sepanjang Januari-April 2026. (Antara)
PT KAI mencatat angkutan semen dan klinker mencapai 752.852 ton sepanjang Januari-April 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume angkutan semen dan klinker mencapai 752.852 ton selama periode Januari hingga April 2026. Capaian tersebut menunjukkan semakin pentingnya moda transportasi berbasis rel dalam menjaga kelancaran distribusi material konstruksi di berbagai daerah.

Distribusi semen dan klinker menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, kawasan industri, hingga kebutuhan perumahan masyarakat. Pada Januari 2026, volume angkutan tercatat sebesar 205.794 ton dan meningkat signifikan pada Februari menjadi 357.120 ton. Sementara itu, pada April 2026, volume distribusi mencapai 185.258 ton.

Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba mengatakan angkutan semen dan klinker memiliki posisi strategis dalam mendukung rantai pasok nasional. Menurut dia, kereta api mampu menjadi moda logistik yang efisien karena memiliki kapasitas besar dan waktu tempuh yang lebih terukur.

Baca Juga: Rute Melingkar Kereta Api Joglosemarkerto Dinilai Efisien, Layani Ratusan Ribu Penumpang Selama Januari-April 2026

“Pergerakan semen dan klinker sangat berkaitan dengan aktivitas pembangunan. Ketika distribusi berjalan lancar, maka proses pembangunan kawasan industri, perumahan, fasilitas publik, hingga konektivitas wilayah juga dapat berlangsung lebih baik,” ujar Anne, dikutip Antara.

Anne menambahkan, kebutuhan distribusi logistik nasional saat ini menuntut moda transportasi yang mampu bergerak konsisten dalam volume besar. Kereta api dinilai menjadi salah satu pilihan karena memiliki tingkat ketepatan operasional yang terukur serta mampu mendukung distribusi berbagai komoditas strategis secara berkelanjutan.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor konstruksi masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan I 2026, sektor konstruksi tumbuh 5,49 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 mencapai 9,83 persen.

Baca Juga: Puluhan Advokat Peradi Banyuwangi Laporkan Aktivis Macan Blambangan ke Polisi, Diduga Sebar Tuduhan Suap APH

Kondisi tersebut mencerminkan kebutuhan distribusi material konstruksi yang tetap tinggi seiring pembangunan di berbagai wilayah. Karena itu, KAI terus mengembangkan layanan angkutan barang untuk menjawab kebutuhan distribusi nasional yang terus meningkat.

Selain mendukung efisiensi logistik, penggunaan kereta api untuk distribusi barang juga dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan berat di jalan raya. Moda rel turut membantu efisiensi konsumsi energi sekaligus menekan risiko kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase besar.

“Angkutan logistik berbasis rel akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. KAI berkomitmen menjaga layanan distribusi barang agar tetap andal, aman, dan mampu menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat yang terus berkembang,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#infrastruktur Indonesia #Angkutan Semen #Logistik Kereta Api #Distribusi Klinker #KAI