RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas jual beli sapi di Pasar Hewan Rogojampi, Banyuwangi, melonjak tajam. Pasokan sapi meningkat signifikan seiring tingginya permintaan masyarakat untuk kebutuhan hewan kurban.
Lonjakan itu terlihat pada Rabu (20/5), ketika jumlah sapi yang masuk ke pasar mencapai sekitar 160 ekor. Padahal pada hari normal, jumlah sapi yang diperjualbelikan biasanya hanya berkisar 100 hingga 120 ekor.
Tak hanya membuat pasar semakin ramai, peningkatan permintaan juga berdampak langsung pada harga sapi yang ikut meroket. Bahkan, harga sapi jenis limusin kini bisa menembus Rp 40 juta per ekor.
Petugas Pasar Hewan Rogojampi, Eko Baihaqi, mengatakan geliat pasar hewan sebenarnya sudah terasa sejak tiga pekan terakhir. Ramainya pembeli dipicu kebutuhan masyarakat yang mulai berburu sapi kurban untuk Idul Adha.
“Sejak satu bulan menjelang Idul Adha sudah ramai. Tadi (kemarin) masih ramai, tetapi mulai agak berkurang dibandingkan tiga minggu lalu karena sekarang sudah terlalu dekat dengan Idul Adha,” katanya.
Menurut Eko, sapi jantan siap sembelih menjadi jenis yang paling banyak diburu pembeli. Kondisi itu membuat harga jual naik cukup tajam dibanding hari biasa.
Biasanya, sapi jantan siap sembelih dijual di kisaran Rp 18 juta per ekor. Namun saat ini harga sudah menembus Rp 20 juta hingga lebih.
“Kalau sapi limusin bisa sampai Rp 40 juta,” ujarnya.
Selain tingginya permintaan pasar, kenaikan harga sapi juga dipengaruhi menurunnya jumlah peternak. Berkurangnya stok dari peternak membuat harga jual di tingkat pasar ikut terdongkrak.
“Harga sapi yang melesat seperti ini biasanya juga dipicu jumlah peternak sedikit. Dampaknya nanti merembet ke harga daging sapi,” jelasnya.
Eko mencontohkan, saat menjelang Idul Fitri lalu harga daging sapi di pasaran sempat mencapai Rp 180 ribu per kilogram akibat tingginya kebutuhan masyarakat.
Meningkatnya aktivitas transaksi juga membuat jam operasional Pasar Hewan Rogojampi lebih panjang dibanding hari biasa. Jika biasanya pasar mulai sepi sekitar pukul 12.00, kini aktivitas jual beli masih berlangsung hingga siang bahkan sore hari.
“Kalau hari normal pukul 12.00 sudah mulai sepi. Tapi tadi (kemarin) pasar baru tutup sekitar pukul 14.00,” pungkasnya.
Ramainya Pasar Hewan Rogojampi menjadi indikator meningkatnya geliat ekonomi masyarakat menjelang Idul Adha. Pedagang, peternak, hingga jasa angkut hewan ikut merasakan dampak positif dari tingginya transaksi jual beli sapi kurban tahun ini. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin