RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah terus menggulirkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk membantu masyarakat miskin menghadapi tekanan ekonomi. Selain menjaga daya beli warga, bantuan tunai juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.
Tahun ini, terdapat dua jenis bantuan tunai yang menjadi perhatian masyarakat, yakni BLT Kesra dan BLT Dana Desa (BLT-DD). Meski sama-sama ditujukan bagi warga kurang mampu, ternyata kedua program tersebut memiliki perbedaan mendasar mulai dari sumber anggaran hingga mekanisme penyaluran.
BLT Kesra Fokus untuk Warga Desil 1–4
Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra merupakan program bantuan dari pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga miskin dan rentan miskin.
Data penerima BLT Kesra mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah menetapkan penerima berdasarkan kategori desil 1 sampai 4 yang dinilai paling membutuhkan bantuan sosial.
Sebelumnya, pemerintah pernah menyalurkan bantuan sebesar Rp900 ribu untuk periode Oktober hingga Desember 2025 dengan skema Rp300 ribu per bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara tunai melalui PT Pos Indonesia maupun bank yang ditunjuk pemerintah sesuai jadwal dari Kementerian Sosial.
BLT Dana Desa Dikelola Pemerintah Desa
Berbeda dengan BLT Kesra, BLT Dana Desa berasal dari anggaran Dana Desa yang tercantum dalam APBDes.
Program ini dikelola langsung pemerintah desa untuk membantu keluarga miskin atau warga tidak mampu yang terdampak kondisi ekonomi di wilayah masing-masing.
Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan berdasarkan data internal desa yang telah diverifikasi.
Besaran bantuan yang diterima warga umumnya Rp300 ribu per bulan. Namun proses pencairannya bisa dilakukan setiap bulan atau dirapel tiga bulan sekaligus sesuai kebijakan desa.
Penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tunai oleh perangkat desa maupun melalui transfer bank. Kepala desa menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh atas distribusi bantuan tersebut.
Ini Perbedaan BLT Kesra dan BLT Dana Desa
Masyarakat diminta memahami bahwa kedua bantuan ini memiliki sistem pengelolaan berbeda dari hulu hingga hilir. Validitas dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga menjadi syarat utama agar warga dapat masuk dalam daftar penerima bantuan.
Berikut perbedaan utama BLT Kesra dan BLT Dana Desa:
-
Sumber dana
-
BLT Kesra: pemerintah pusat
-
BLT Dana Desa: APBDes
-
-
Data penerima
-
BLT Kesra: DTSEN/DSEN nasional
-
BLT Dana Desa: data pemerintah desa
-
-
Sasaran bantuan
-
BLT Kesra: warga miskin dan rentan miskin desil 1–4
-
BLT Dana Desa: keluarga miskin di desa
-
-
Penyaluran bantuan
-
BLT Kesra: lewat PT Pos Indonesia dan bank
-
BLT Dana Desa: tunai oleh desa atau transfer bank
-
-
Penanggung jawab
-
BLT Kesra: pemerintah pusat dan Kemensos
-
BLT Dana Desa: kepala desa dan pemerintah desa
-
Pemerintah mengimbau masyarakat rutin memantau informasi resmi terkait bantuan sosial agar tidak mudah percaya pada kabar hoaks mengenai pencairan bansos 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin