Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Jerami Jadi Pelet, Program Agro Minapolitan Pertamina Ubah Lahan Musiman di Desa Padeg Gresik Lebih Produktif

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 20 Mei 2026 | 17:51 WIB
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Desa Padeg Gresik. (Istimewa)
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Desa Padeg Gresik. (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada Rabu (20/5/2026) menjadi momentum penting bagi para petani di Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Melalui sinergi bersama Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui unit operasi Bitumen Plant Gresik (BPG), masyarakat desa kini mulai menikmati kebangkitan ekonomi berbasis pertanian terpadu melalui Program Desa Agro Minapolitan.

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut dikembangkan dengan konsep ekonomi sirkuler yang mengintegrasikan sektor pertanian dan perikanan atau mina padi.

Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Mei 2026? Ini Syarat Penerima dan Cara Cek Status Bansos Online

Langkah itu ditempuh untuk mengoptimalkan lahan pertanian musiman agar tetap produktif sepanjang tahun.

Selama ini, Desa Padeg dikenal memiliki potensi pertanian besar. Sekitar 81,13 persen wilayah desa berupa lahan persawahan.

Namun, pola tanam padi konvensional membuat produktivitas lahan kerap menurun saat musim tertentu.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.728 per Dolar AS, Efek Timur Tengah dan Dividen Asing Bikin Pasar Panik

Melalui program tersebut, Pertamina menghadirkan sistem mina padi yang memungkinkan petani memperoleh tambahan pendapatan dari sektor perikanan.

Selain itu, limbah jerami hasil panen juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk alami dan pelet apung untuk kebutuhan budidaya ikan.

Memasuki tahun keempat pelaksanaan, Program Desa Agro Minapolitan kini memasuki fase penguatan kapasitas kelembagaan berkelanjutan.

Tahun 2026, Pertamina mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta untuk mendukung pengembangan program yang berfokus pada penguatan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Padeg.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menegaskan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai kebangkitan masyarakat desa dalam mengelola potensi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Hari ini kita memperingati kebangkitan bangsa, dan bagi Pertamina, kebangkitan yang sejati dimulai dari kemampuan masyarakat dalam mengelola potensinya secara mandiri dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa petani di Desa Padeg tidak hanya bangkit secara ekonomi, tetapi juga menjadi pelopor kedaulatan pangan di wilayahnya melalui inovasi sirkuler ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pertamina tidak hanya memberikan bantuan sarana, tetapi juga melakukan transfer pengetahuan terintegrasi kepada para petani.

Baca Juga: Puncak Haji 2026 Dimulai, Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna agar Jemaah Aman dan Tertib

“Lewat Program Desa Agro Minapolitan ini, kami melakukan transfer pengetahuan terintegrasi. Dengan optimalisasi ‘Beras Mina Padeg’ dan pemanfaatan limbah jerami menjadi pelet apung, kami optimistis Gapoktan Desa Padeg mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang berdaya saing,” tambahnya.

Ketua Gapoktan Desa Padeg, Asmaun mengaku program tersebut membawa perubahan signifikan bagi petani setempat.

Menurut dia, sistem mina padi dan dukungan teknologi bioflok membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.

Baca Juga: Deretan Bintang Besar Jadi Juri! Festival Film Pendek Mise-en-scene ke-22 Siap Guncang Korea Selatan

“Bagi kami para petani, bantuan ini adalah wujud nyata kebangkitan semangat kerja kami. Dulu lahan kami hanya bisa menghasilkan di musim tertentu, namun dengan sistem mina padi dan dukungan teknologi bioflok dari Pertamina, kami memiliki sumber penghasilan tambahan dari sektor perikanan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut keberadaan alat pembuat pelet mandiri membantu petani menekan biaya produksi yang sebelumnya cukup membebani kelompok tani.

Pada implementasi tahun 2026, program mencakup berbagai kegiatan mulai dari pengolahan limbah jerami menjadi pupuk alami untuk mengurangi emisi, pengembangan produk unggulan Beras Mina Padeg, hingga peningkatan kapasitas produksi kolam bioflok.

Program tersebut dipantau secara berkala setiap bulan dan dievaluasi menggunakan instrumen Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) guna memastikan manfaat yang dirasakan masyarakat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Desa Agro Minapolitan #Mina Padi Gresik #Ekonomi Sirkuler Petani #Pertamina Patra Niaga #hari kebangkitan nasional