Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Distribusi Barang Beralih ke Kereta Api, KAI Catat Pertumbuhan Angkutan Petikemas pada 2026

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 20 Mei 2026 | 13:52 WIB
KAI mencatat angkutan petikemas Januari–April 2026 mencapai 1,91 juta ton. (Antara)
KAI mencatat angkutan petikemas Januari–April 2026 mencapai 1,91 juta ton. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Peran transportasi berbasis rel dalam mendukung distribusi logistik nasional terus menguat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume angkutan petikemas sepanjang Januari–April 2026 mencapai 1.912.392 ton atau tumbuh 21,75 persen dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 1.570.835 ton.

Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang lebih efisien, terutama untuk menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, hingga pusat distribusi di Pulau Jawa.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan itu menunjukkan adanya perubahan pola distribusi logistik menuju sistem transportasi massal yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: Total 144 Perlintasan Ditutup Sejak 2020, KAI Daop 8 Surabaya Fokus Cegah Kecelakaan Lalu Lintas yang Melibatkan Kereta Api

“Angkutan berbasis rel mampu membawa muatan dalam jumlah besar secara lebih terukur. Ketika distribusi barang berjalan lebih efisien, dampaknya ikut dirasakan oleh rantai pasok industri, pelaku usaha, hingga masyarakat sebagai pengguna akhir produk,” ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Anne, kebutuhan industri terhadap moda angkutan berkapasitas besar dan memiliki kepastian waktu pengiriman semakin meningkat. Karena itu, KAI terus memperkuat pengembangan infrastruktur logistik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pembangunan dryport di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu memangkas ketergantungan distribusi barang pada jalur darat yang selama ini menghadapi tingkat kepadatan tinggi.

Baca Juga: Selama Ini Keliru! Garis Putih di Kuku Bukan Tanda Cinta, Tapi Sinyal Tubuh Bermasalah

“Ketika kawasan industri terhubung langsung dengan jaringan rel dan pelabuhan, proses distribusi menjadi lebih efisien. Barang dapat bergerak dalam volume besar dengan pola operasional yang lebih stabil dan biaya logistik yang lebih kompetitif,” jelas Anne.

Saat ini biaya logistik Indonesia masih berada pada kisaran 15 hingga lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu masih jauh di atas standar global sebesar 7–8 persen.

Selain meningkatkan kapasitas gerbong hingga 70 ton, KAI juga mencatat ketepatan waktu operasional angkutan barang mencapai 95,97 persen untuk keberangkatan dan 91,77 persen untuk kedatangan selama Januari–April 2026. Capaian tersebut memperkuat posisi kereta api barang sebagai tulang punggung distribusi logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#logistik nasional #angkutan petikemas #kereta api barang #distribusi industri #KAI