Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pupuk Kaltim Kembangkan Project Agrosolution di Gorontalo, Dampingi Petani Jagung dari Tanam hingga Panen di Lahan 250 Hektare

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:10 WIB
PT Pupuk Kaltim menjalankan Program Tanam Jagung Project Agrosolution di Bone Bolango, Gorontalo. (Istimewa)
PT Pupuk Kaltim menjalankan Program Tanam Jagung Project Agrosolution di Bone Bolango, Gorontalo. (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat dukungan terhadap ketahanan pangan nasional melalui Program Tanam Jagung Project Agrosolution di Desa Bunuo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (19/5/2026).

Program tersebut menyasar lahan pertanian seluas 250 hektare dengan pola pendampingan terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani. Pendampingan dilakukan mulai dari pengelolaan lahan, pemupukan, hingga pemasaran hasil panen.

Direktur Keuangan dan Umum PT Pupuk Kalimantan Timur Qomaruzzaman mengatakan, program Agrosolution dirancang berjalan dalam dua musim tanam setiap tahun. Fokus utamanya meningkatkan produktivitas lahan pertanian masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Juga: Dua Kecelakaan Laut dalam Empat Hari di Grajagan Banyuwangi, Nelayan Diimbau Waspadai Ombak Ganas Plawangan

“Dalam implementasi program ini, Pupuk Kaltim memberikan pendampingan untuk bimbingan teknis terkait pemupukan yang benar sehingga produktivitas tanaman bisa meningkat. Peningkatan produktivitas ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Qomaruzzaman.

Menurut dia, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pupuk, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar proses budidaya berjalan efektif dan efisien.

Pupuk Kaltim juga mengintegrasikan dukungan berbagai pihak dalam program tersebut. Mulai dari akses permodalan, asuransi pertanian, hingga kepastian pasar hasil panen melalui penunjukan UD Tani Baru sebagai offtaker.

Skema penguncian harga sejak awal masa tanam dinilai memberi kepastian pendapatan bagi petani. Dengan mekanisme tersebut, petani dapat memperkirakan hasil ekonomi yang diperoleh sebelum masa panen tiba.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Kecamatan Pesanggaran Siagakan Perahu Darurat dan Pantau Titik Rawan

“Kami harap program Agrosolution dapat diimplementasikan di wilayah lain. Untuk itu, kami memohon dukungan pemerintah daerah agar program ini bisa berkembang lebih luas. Semoga program ini dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” lanjutnya.

Komisaris Independen Pupuk Kaltim Mustofa menjelaskan, Project Agrosolution menerapkan pendekatan menyeluruh dengan mendampingi petani sejak tahap awal budidaya hingga pascapanen.

“Program ini akan mendampingi petani mulai dari analisis lahan, pemupukan, hingga pemasaran hasil panen,” kata Mustofa.

Pendampingan tersebut mencakup analisis kondisi lahan, rekomendasi pemupukan, pengawalan proses tanam, hingga dukungan pemasaran agar petani memperoleh nilai ekonomi lebih baik.

“Kami harap program ini dimanfaatkan optimal oleh para petani, sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dan pengetahuan budidaya,” tandasnya.

Mustofa menambahkan, kepastian harga hasil panen menjadi salah satu aspek penting dalam implementasi Agrosolution. Karena itu, harga jagung telah disepakati sejak awal masa tanam untuk menjaga stabilitas pendapatan petani.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Kecamatan Pesanggaran Siagakan Perahu Darurat dan Pantau Titik Rawan

“Harga hasil jagung telah dikunci di depan untuk memastikan petani mendapatkan harga yang adil saat panen,” lanjutnya.

Dia optimistis pola kemitraan yang diterapkan melalui Agrosolution dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian nasional.

“Kami percaya dengan dukungan tepat, program ini dapat diadopsi di daerah lain, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ungkap Mustofa.

Baca Juga: DPRD Banyuwangi Bahas Dana Abadi Pendidikan, Kesehatan, dan PU, Bapemperda Soroti Urgensi dan Fiskal Daerah

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan SDA Setda Bone Bolango Yusbar Ismail mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim dalam mendukung pengembangan sektor pertanian daerah.

Menurut dia, kolaborasi dunia usaha dan pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus keberlanjutan pangan nasional.

“Kami akan terus mendukung inovasi dan langkah strategis Pupuk Kaltim dalam meningkatkan sektor pertanian nasional,” tutur Yusbar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Project Agrosolution #Jagung Bone Bolango #Pertanian Gorontalo #ketahanan pangan nasional #pupuk kaltim